Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2018

Just For Fun (Review Film Bleach Live Action)


Bagi penikmat manga Bleach, film ini pasti ditunggu2 banget.
Manga Legend yang sebanding dengan One Piece dan Naruto dari segi genrenya ini akhirnya tamat di manga volume 686. Lumayan panjang ya, tapi kayaknya sih bakal ada sekuelnya lagi nih kayak Naruto yang melahirkan Boruto. :D

Mamak inget banget komik Bleach pertama yang mamak baca itu di tahun 2006 dan langsung jatuh cinta sama ceritanya. Agak terlambat mamak tahu dibanding naruto dan one piece. Nah, berkat kesuksesan komik manganya, akhirnya di tahun 2018 ini, tepatnya Juli, Film Bleach muncul dalam bentuk Live action. Dengan menggandeng Warner Bros Jepang, Film ini pertama tampil di Netflix.

Nah yang ditunggu-tunggu para fans dari film adaptasi biasanya bukan ceritanya ya, karena ceritanya pasti semua udah pada tau dari manganya atau novel (kalo film adaptasi novel), yang ditunggu adalah siapa yang memerankan tokoh karakter yang ada di manga itu, apakah ceritanya bakal mengalahkan yang di novel/manga. Yup. Begitu juga dengan film Bleach ini. :D

Ya udah, kita mulai aja review filmnya ya.

Alur Cerita
Buat scene awal ini sama banget kayak di komik, baik dari pengenalan karakter maupun cerita, walau ada sedikit adaptasi yang dihaluskan sih. :D 

Bermula dari cerita Kurosaki Ichigo yang sedang berjalan dengan mamanya di tengah hujan (ini di komik ga ada) dan melihat ada seorang gadis kecil di pinggir sungai sendirian. Ichigo menghampiri gadis kecil tersebut untuk memberikan payungnya, namun dikejar oleh mamanya. Saat bertemu dengan gadis kecil tersebut tiba-tiba terjadi sesuatu yang ga diketahui yang pada akhirnya merenggut nyawa mamanya Ichigo.

Maju ke scene dimana Ichigo udah dewasa dan sedang menghajar para skater jalanan karena menabrak bunga peringatan kematian di bawah jembatan. (di Jepang emang ada budaya untuk menaruh bunga atau sesajen di tempat kecelakaan yang mengakibatkan matinya orang). Kemampuan Ichigo adalah melihat hantu, jadi dia berusaha untuk menolong arwah anak kecil yang bunganya ditabrak oleh skater tersebut.
Disini dikenalkan tokoh Ichigo yang diperankan oleh Sota Fukhisi. Menurut mamak ini mirip banget sama karakter di manganya sih. :D
Di sini dikenalkan juga Chad yang menolong Ichigo dari serangan balik si skater. Kalo di manganya, Chad digambarkan seseorang yang bertubuh besar, hitam dan keriting. Diperankan oleh Koyanagi Yu, peran Chad ini kurang maksimal menurut mamak. Kurang hitam dan kurang besar badannya, malah terkesan kucel jadinya. Tapi buat peran lumayan menjiwai Chad.

Maju ke scene dimana Ichigo sampai di rumah dan pengenalan tokoh ayahnya Ichigo beserta dengan adik-adiknya.Karin dan Yuzu. Pemeran live action Isshin ayahnya Ichigo pas sih menurut mamak. Pas banget barbar dan lebaynya. Cuma Karin dan Yuzu agak kurang sih menurut mamak. Mereka kan kembar ga identik, kalo di manganya memang beda banget, Karin yang penampilannya kayak laki-laki dan Yuzu yang lemah lembut cewe banget. Nah di Live actionnya, Karin dan Yuzu malah jadi kayak adek-kakak, si Karinnya juga kurang tomboy dan Yuzu terkesan cengeng.

Masuk ke scene dimana Ichigo masuk kamar dan mendapati seorang Shinigami yaitu Rukia Kuchiki yang dikira hantu oleh Ichigo. Nah, kalau di manganya kan Rukia ditendang ya, tapi kalo di live actionnya cuma dimaki doang kok. Hahahaha. Pemeran Rukia dipercayakan kepada Hana Sugisaki yang menurut mamak sih pas dari karakter tapi kurang pas dari penampilannya. Kita lihat di manganya kalo Rukia itu rambutnya agak megar, tapi di Live actionya rambutnya lurus banget.

Rukia ini seoarang shinigami yang kerjaannya mengirimkan roh hantu yang baik ke surga dan membasmi roh hantu jahat (disebut hollow)  untuk kembali ke jalan benar dengan cara memusnahkan topengnya (Hollow biasanya bertopeng). Nah Rukia ini tidak sengaja masuk ke kamar Ichigo karena sedang mengincar Hollow Fish Bone yang katanya lebih kuat dari Hollow lainnya. 

Dari perkenalan Rukia ke Ichigo dipotong oleh munculnya Hollow yang merusak rumah Ichigo.
Yuzu diculik oleh Hollow dan membuat Ichigo marah dan berusaha bertarung dengan Hollow. Rukia berusaha membunuh Hollow, namun gagal dan terluka. Akhirnya Rukia memutuskan untuk merubah Ichigo menjadi shinigami karena energi Ichigo yang besar, Ichigo yang terdesak juga setuju untuk berubah dan akhirnya jadilah shinigami. Shinigami Ichigo akhirnya bisa mengalahkan Hollow itu dan berhasil menyelamatkan Yuzu.

Scene berikutnya Ichigo bangun dari tidurnya dan menganggap kalau yang kemarin malam adalah mimpi semata, sampai akhirnya dia melihat rumahnya hancur dan meyakini itu bukan mimpi, tapi semua orang rumah Ichigo tidak ada yang ingat kejadian semalam dan menganggap ada truk yang menabrak rumah mereka.

Dibalik kebingungan Ichigo, dia pergi ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman kelasnya yaitu Chad, Orihime, Arisawa. Dan dia dikejutkan oleh hadirnya Rukia di sekolahnya sebagai siswa baru.
Akhirnya Rukia membawa Ichigo ke atap dan bercerita bahwa dia tidak bisa kembali ke asalnya yaitu Soul Society (tempat Shinigami berada) karena terlalu banyak memberikan energinya ke Ichigo malam itu. Untuk mendapatkan kekuatannya kembali, Ichigo harus berlatih agar bisa lebih kuat karena jika Ichigo lemah, saat kekuatan Shinigami diambil, dia bisa mati. Akhirnya Rukia memutuskan untuk melatih Ichigo, namun awalnya Ichigo menolak untuk berlatih karena beralasan kemarin dia jadi shinigami hanya untuk melindungi keluarganya.

Ternyata berita Rukia memberikan energinya ke manusia diketahui oleh pihak Petinggi Soul Society yaitu Renji dan Byakuya (kakak Rukia yang tegas dan dingin). Perbuatan Rukia yang dianggap melanggar peraturan shinigami akhirnya membuat kedua shinigami ini mendatangi Rukia dan Ichigo dan menyuruh Rukia mengambil kekuatannya kembali dan membunuh Ichigo. Rukia tidak mau membunuh Ichigo dan terjadilah adu argumen. Ichigo yang merasa sudah beberapa kali diselamatkan dan dibela oleh Rukia akhirnya menantang Byakuya dan Renji apabila dia bisa mengalahkan Hollow Fish Bone, maka kakaknya harus mengampuni Rukia. Mereka setuju dan akhirnya pergi.
Pemeran Byakuya dan Renji udah pas banget lah. No coment kalo ini.

Scene selanjutnya Ichigo berusaha mati-matian untuk berlatih menjadi shinigami yang kuat hingga akhirnya munculah Hollow Fish Bone di tengah kota yang sebelumnya juga muncul di pemakaman ibunya saat mereka sekeluarga melayat dan menyerang adik-adiknya Ichigo. Disini diketahui bahwa fish bone adalah arwah gadis kecil yang dulu membunuh ibunya dan akhirnya Ichigo makin berusaha membunuh Hollow ini.

Adegan pertarungan Ichigo dan Hollow akhirnya menghancurkan sebagain kota, Ichigo mendapat bantuan dari Ishida (teman sekelas Ichigo yang sebenarnya adalah Quincy). Quincy memiliki tugas yang sama dengan Shinigami hanya saja mereka adalah golongan manusia yang tinggal di bumi yang sama. Namun hubungan antara Quincy dan Shinigami memang tidak baik. Awalnya Ishida dan Ichigo tidak saling mengenal dan malah bermusuhan, namun akhirnya Ishida mau membantu Ichigo dalam melawan Hollow karena mengetahui bahwa Ichigo berusaha membantu Rukia. Ishida diperankan oleh Ryo Yoshizawa, kalo menurut mamak kurang songong ini orangnya, masih manis banget, padahal kalo di manga kan Ishida ini songong-songong sombong gitu, cuma di film masih kurang kelihatan perfeksionistnya Ishida.

Akhirnya Ichigo bisa mengalahkan Hollow dan berhadapan lagi dengan Renji dan Byakuya yang memang mau membunuh Ichigo dari awal. Renji berhasil dikalahkan oleh Ichigo, namun untuk berhadapan dengan Byakuya, Ichigo bukanlah tandingannya. Akhirnya Ichigo kalah, namun karena kegigihan dan pantang menyerahnya akhirnya menyentuh hati Rukia dan mungkin Renji juga. Rukia memohon ke kakaknya agar memaafkan dia dan Ichigo dan agar bisa kembali ke Soul Society. Rukia akhirnya mengambil kekuatannya kembali dari Ichigo dan menjadi shinigami kembali.

Semua ingatan tentang Shinigami dan pertarungannya akhirnya terhapuskan dan Ichigo menjalankan kehidupan seperti biasanya. Rukia kembali ke Soul Society dan semua berlangsung normal lagi.

Ending dengan cerita bahwa Ichigo masih sedikit mengingat tentang Shinigami dan Hollow.

Casting
Sebenernya udah disebutin sebagian di atas sih, tapi yowes diulang lagi:
Kurosaki Ichigo     ---   Sota Fukhisi
Rukia Kuchiki       ---   Hana Sugisaki
Isshin Kurosaki     ---   Yosuke Eguchi (Bapaknya Ichigo)
Masaki Kurosaki   ---   Masami Nagasawa (Mamanya Ichigo)
Renji Abasaki        ---   Taichi Saotome
Byakuya Kuchiki   ---  Miyavi
Chad                      ---   Koyanagi Yu
Orihime Inoue       ---   Erina Mano
Uryuu Ishida         ---    Ryo Yoshizawa
Kisuke Uruhara     ---   Siichi Tanabe (ini mantan Shinigami yang buka toko di bumi)
Buat temen-temen Ichigo yang lain dan adik2nya, mamak belum dapet siapa pemerannya.. Hahahaha.

Review
Ceritanya dipotong sangat panjang dari yang di manga karena Ichigo dan Rukia langsung ketemu sama Renji dan Byakuya, sedangkan kalo di manga Ichigo udah banyak membunuh Hollow untuk menolong teman-teman dan keluarganya sebelum ketemu sama petinggi-petinggi Soul Society. 
Di film ini juga teman-temannya Ichigo sama sekali belum mendapatkan kekuatan mereka.
Pengenalan karakter udah oke karena udah tau dari manganya, hanya ada beberapa peran yang memang tampilannya kurang sama dengan yang di manga, tapi karakternya dapet kok. 
Tapi kalo untuk di jadiin 1 film, film ini udah oke banget bisa mengepress cerita panjang menjadi ending yang bagus.
Cuma penasaran gimana nanti film selanjutnya buat mengungkap kekuatan teman-temannya Ichigo dan mengembalikan karakter Rukia. Hahahaha. Dan juga Bleach ini kan emang multi character juga dengan jumlah banyak di manganya, Temen-temennya Ichigo, Warga Soul Society dan Quincy. Kalo dibikin film ya bisa rugi harus casting banyak orang. Hahahaha.
Over all bagus dari karakter, cerita, backsound dan background. Semua oke lah.
Mamak kasi nilai 8/10 aja. Hahaha. Masi agak kurang gigit. Semoga film lainnya lebih sukses dari film Bleach yang tahun ini deh.
Byakuya, Ishida, Ichigo, Rukia, Renji

Selasa, 25 September 2018

Just For Fun (Review Film Searching)


Searching Movie adalah Film produksi LA (2018) yang katanya sih bagus banget.
Mamak penasaran lah, jadi nonton deh. Sebagus apa sih? Paling ga bagus-bagus amat.
Setelah nonton, mamak review filmnya di blog ini yang kata orang-orang bagus ya.

Plot cerita intinya adalah seorang Bapak yang kehilangan anak perempuannya, akhirnya mencari si anak ini melalui semua media sosial si anak. Udah itu aja. :D

Itu singkatnya.
Kalo mau panjangnya ya siap-siap popcorn dulu lah..

Alur Cerita
Alurnya maju. Awal cerita, dikisahkan sebuah keluarga bahagia yaitu David Kim, Pamela Nam dan anak perempuan mereka Margot. Keluarga kecil tapi selalu bahagia sampai akhirnya sang ibu Pamela Nam meninggal karena sakit, dan tinggalah Ayah dan si anak.
Film ini unik sih menurut mamak, karena cerita diatas ditampilkan dengan konsep dekstop komputer seakan kita sebagai user komputer yang melihat file-file di komputer tersebut.
Kemudian diceritakan juga kalau si ayah ini jadi single parent yang ga mau mengungkit soal si Ibu ke Margot. Awal-awal kita bisa nonton percakapan Margot dan David selayaknya bapak ke anaknya.
Konflik cerita dimulai saat malam hari jam 2 pagi ketika Margot melakukan miss call dan miss video call ke ayahnya yang sedang tidur.
David baru menyadari panggilan dari anaknya itu saat pagi, dan ketika di hubungi balik, nomor Margot ga aktif.
Setelah seharian tidak ada kabar, David mulai curiga karena ga biasanya Margot tidak mengabarinya. Akhirnya David mulai cari-cari teman Margot yang kemungkinan dekat dengan Margot. Dan NIHIL teman-temannya Margot pun tidak tahu dimana dia. Dan Fakta mengejutkan yang David dapat adalah ternyata Margot adalah anak yang pendiam dan tidak punya teman. Selama ini teman-teman Margot hanya kasihan kepadanya. Jadi ga ada yang benar-benar dekat dengan Margot. Dari penelusuran David kepada teman-temannya diketahui bahwa Margot bolos sekolah dan les piano dan menarik diri dari semua ajakan temannya.
David akhirnya menghubungi polisi dan melaporkan kehilangan karena mencium sesuatu yang janggal dengan anaknya. Segera setelahnya David dihubungi oleh seorang detektif wanita Rosemary Vick yang akan membantu menangani kasus ini.

Dari sini dilakukanlah jejak pencarian Margot hingga akhirnya muncul berbagai spekulasi menarik. Dari Margot yang mencoba melarikan diri, Margot terlibat pencucian uang, dan lain-lain.
Mirisnya, David sempat kecewa karena ternyata Margot tidak seperti yang dia lihat selama ini. Semakin David mencari tahu tentang Margot, semakin dia tidak mengenal Margot.
Apakah pencariannya berhasil? Apakah Margot ditemukan hidup atau mati? Apa yang terjadi pada Margot?
Buat endingnya ya nonton sendiri, karena ini plot twist nya banyak.

Catsing 

  • John Cho sebagai David Kim
  • Michelle La sebagai Margot Kim (16 tahun)
  • Kya Dawn Lau sebagai Margot Kim (9 tahun)
  • Megan Liu sebagai Margot Kim (7 tahun)
  • Alex Jayne Go sebagai Margot Kim (5 tahun)
  • Debra Messing sebagai Detektif Rosemary Vick
  • Sara Sohn sebagai Pamela Nam Kim
  • Joseph Lee sebagai Peter Kim (adeknya David)
  • Steven Michael Eich sebagai Robert Vick
  • Ric Sarabia sebagai Randy Cartoff

Review
Dari Rate 1-10, mamak kasi nilai 10. Yeay
Kenapa? Ya karena memang bagus filmnya.
  • Pertama, film ini disajikan dengan konsep baru yaitu desktop komputer seperti yang mamak bilang sebelumnya. Jadi seakan-akan kitalah pemilik komputer tersebut. Sebelum ini kita tau konsep baru seperti film dokumenter sempat hits. Jadi kamera yang digunakan seperti sedang merekam si aktor seakan-akan mereka benar-benar ada dan mengalami kejadian di film tersebut, namun sudah banyak Film yang kayak itu. Film Searching ini berhasil menampilkan konsep baru lagi. Good sih kalo menurutku.
  • Kedua, ending yang ga bisa ditebak. Banyak Plot Twist yang bikin penonton jadi berspekulasi, menuduh si ini, si anu, dan menebak-nebak apa yang terjadi dan penyebab hilangnya Margot. Walaupun satu per satu terungkap, namun di ending-ending kita ga akan menyangka ceritanya berakhir dimana.
  • Ketiga, sarat nasehat. Sebagai orangtua, aku jadi memposisikan diriku di posisi David Kim yang dijudge gagal sebagai orang tua, salah komunikasi dan lainnya. Jadi pembelajaran buat para orang tua bahwa dengan komunikasi pun terkadang orangtua aja ga tau sifat anaknya, apa yang dilakukan anaknya, dll. Butuh komunikasi dari hati ke hati sih kayaknya.
  • Keempat, Film ini mengisahkan kehidupan saat ini yang dikuasai oleh media sosial. Ingat saat mamak bilang kalo si Margot ga punya teman? Tapi saat Margot hilang dan jadi pemberitaan dimana-mana, teman palsunya Margot pura-pura simpati, bilang mereka teman Margot, teman baik, sering hangout hanya untuk menarik perhatian publik. Saat David Kim dibully bukan ayah yang baik, pembunuh, eh malah dibikin meme2 jadi kayak cyber bullying. Benar-benar menampar penonton mengenai apa yang terjadi di dunia kita sekarang ini. MIRIS
  • Kelima, Jhon Cho yang jadi David Kimnya hot dady banget, ganteng. WKWKWKWKKWK. tapi tetep Papa Kio lah yang paling ganteng ga ada yang ngalahin. Maaf point lima ini anggap ga ada. LOL

Yah segitu review mamak, tonton aja sendiri ya. Mamak uda kasi rate bagus.

Kamis, 17 Mei 2018

Just For Fun (Review Film Murder on the Orient Express (2017))

Helllloooow again..
:)

Kali ini kembali mengupas tentang Film dari tahun 2017
:D
Ih, mamak kudet nih, Film 2017 baru direview 2018..
Iya, mamak emang kudet, malah baru sempat ditonton di 2018 ini..
Hahahaha.
Itupun ga sengaja nemu film ini di Maskapai Penerbangan Garuda pas mau Flight ke Palembang.

Oke deh, lanjut..
Kalo ada yang nanya, Film apa nih mak? Genrenya apa?
Jawabanya ini Film detektif genrenya ya misteri ato puzle kali ya..
Mamak emang dari kecil suka banget sama detective serial kayak gini.
Malah buku komik pertama yang mamak punya adalah Detektif Conan..
:D
Dari komik Detektif Conan ini akhirnya mamak tau banyak serial-serial detektif yang ga kalah keren karya Agatha Christie dan Conan Doyle.. 

Agatha Christie melahirkan karakter Hercule Poirot, dan Conan Doyle melahirkan karakter Sherlock Holmes yang sampe sekarang masih sangat melegenda di dunia pernovelan detektif.. Btw, kalau readers tau serial detektif selain punya dua penulis tersebut, bisa komen aja ya. Siapa tau bisa nambah bacaan mamak. ^_^
Dan Film yang akan mamak review hari ini adalah tentang si Hercule Poirot dari karya Agatha Christie..

Btw, dibandingkan Sherlock Holmes memang Hercule Poirot ini jarang banget dibikin Filmnya, tapi dua-duanya kalaupun dibikinin Film pasti best sih kalo menurutku.

Oke, masuk ke review ya.. Ngemeng mulu daritadi..


Jadi secara garis besar ini adalah kasus pembunuhan di sebuah kereta ekspres bernama Orient Ekspress.
Pas Fimnya mulai, kita para penonton langsung disuguhkan sama satu kasus pembuka yang udah berhasil dipecahkan oleh si Poirot. Yah, ini udah jadi kebiasaan film-film detektif buat nunjukin dari awal karakter si detektifnya sih.
Lanjut, setelah kasus yang bisa dibilang kasus pembukaan itu beres, Hercule Poirot ga sengaja (atau sengaja) ketemu sama seorang kawan lamanya dan Poirot diundang untuk naik di kereta ekspress yang katanya mewah sama si kawan lamanya ini yang kebetulan adalah Direktur dari kereta tersebut. Ya Poirot mau lah, dengan beberapa pertimbangan pastinya. Hahaha. Siapa yang ga mau naik kereta mewah secara cuma-cuma kan? :D.. Ups, maaf, kebiasaan mamak2 cari diskon dan gratisan.>.<

Di kereta tersebut ternyata berisi bermacam-macam orang yang bukan orang sembarangan (karena emang kereta mewah ya) termasuk seorang pembunuh yang dapat surat ancaman pembunuhan. :D 
Wait, pembunuh tapi dapat surat ancaman pembunuhan? Ga salah tulis mak? Ga dong. Emang bener.
Tapi sebelumnya penonton ga dikasitau bahwa doi adalah pembunuh, yang bakal kita tau dari awal adalah si pembunuh bernama samaran Rachet ini adalah seorang pedagang senjata gelap yang senjatanya digunakan untuk berbagai macam kejahatan. Ye, sama aja jahat-jahat juga namanya ya.. Ahahahaha.. Nah dia yang kebetulan ketemu sama Poirot akhirnya minta dilindungi karena takut sama surat ancaman yang kata doi sih udah beberapa kali datang ke dia.
Jelas Poirot menolak karena tau kalo doi itu penjahat.. Masa detektif ngelindungi penjahat, gengsi dong *warkopDKIfans..

Sorenya secara ga sengaja kereta mengalami sedikit kecelakaan yaitu keluar dari rel karena longsoran salju, jadi otomatis perjalanan mereka sedikit terkendala. Sambil menunggu tim penyelamat datang, para penumpang tetap beristirahat di dalam kereta karena diluar dingin salju.
Eh, malamnya munculah awal kasus yang menjadi Judul Film ini. Si Rachet beneran dibunuh sama orang (yang secara logika menuntun pikiran kita untuk nyangka dia mati sama orang yang ngasi surat ancaman ke dia). Rachet mati dan meninggalkan banyak tanda tanya di sekitar TKPnya.

Setelah doi mati, barulah diketahui bahwa doi adalah pembunuh bernama asli Cassetti yang pernah meninggalkan tragedi bagi satu keluarga pilot kaya yaitu keluarga Amstrong, dan dalam kasus keluarga Amstrong ini meninggalkan kedukaan karena anak dari keluarga Amstrong ini yang bernama Daisy Amstrong diculik dan dibunuh sama si Cassetti ini.

Poirot yang tadinya ga mau ngurus kasus si Rachet ini dengan bujukan dari Direktur kereta akhirnya mau ga mau ya harus terlibat dan doi mulai mengintrogasi penumpang satu per satu dan si Poirot yakin kasus pembunuhan ini ada kaitannya dengan kasus keluarga Amstrong.

Di sini Poirot mengalami kebingungan karena begitu banyak kebohongan yang diceritakan oleh para penumpang tersebut. Masing-masing punya kebohongan yang bisa diketahui Poirot, tapi semakin banyak yang diketahui Poirot, semakin dia bingung.

Hmmm, pengen spoiler siapa pelakunya, tapi saran mamak sih, kudu ditonton aja langsung karena si pelaku pembunuhnya bener-bener ga bisa kita sangka-sangka siapa dia. :D Plot twistnya keren dan endingnya menurut mamak sih pro kontra karena si Poirot membiarkan si pelaku lolos coy.. 

dari nilai 1-10, mamak kasi nilai 10, cerita, seting film, pengenalan karakter, sound dan tempat bener2 perfecto.

Easy Watching, ga perlu pake otak banget buat nonton ini.

So, sekian dulu review film kita kali ini.
Ntar kita sambung lagi.
Bye