Sabtu, 03 November 2018

Happy Birthday 2nd Kiona Eldora

nyanyi Online:
Happy Birthday to You
Happy Birthday to You
Happy Birthday, Happy Birthday 
Happy Birthday to You

Tanggal 1 kemarin Kiona genap berumur 2 tahun.
Ga terasa aja udah 2 tahun anak bayi kocik, padahal kemarin rasanya masi baru lahiran.
Masi kebayang tangisan pertama dia, sekarang udah bisa lompat-lompat di kasur, minta ini itu, ngambek, marah, ngakak, dan banyak lagi.

Selamat ulang tahun, anak manisnya mama papa.
Trimakasih sudah jadi anak yang sangat pengertian,
dan bikin mama papa belajar sangat banyak dari Kiona.
Tetaplah menjadi anak manis.
Semakin bertumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan,
sehat terus,
makin bijak dan centil.
Semoga kami selalu bisa konsisten membawa Kio mengenal Tuhan..

AMIN
God Bless You, Anakku

Hari ini kami merayakan ulang tahun Kiona secara kecil-kecilan. Sebenernya ga dirayain sih, cuma mau tiup lilin aja, jadinya pake kue.
Niatnya sih beli, tapi kok ngeliat kue-kue lucu di ig, mamak jadi pengen bereksperiment.
Akhirnya beli kue bolu jadi, trus tinggal dihias pake fondant warna-warni.
Hasilnya.....

GAGAL PEMIRSA.
:'''''(

ketimbang menghias doang gagal
ternyata fondant itu harus ditambah sama zat yang lain biar bisa tetap kaku.
Ya salah, kue ulang tahun hiasan mama meleyot ga jelas.
untungnya masi bisa dimakan ya.
(Orang Indonesia selalu harus untung)
Hahahaha

Dekorasi pesen online, opungnya yang paling dekat diundang juga buat tiup lilin pertamanya Kiona. Pas umur setahun kan belum bisa tiup lilin, kali ini udah bisa niup sendiri.

Tapi tadi sore ujan parah banget, jadi agak kesorean tiup lilinnya..
Gapapa lah ya. Itu tandanya hujan berkat.
Semoga berkat Kio sederas hujan itu. AMIN

ini foto-foto kami


kue ultah Kio dihias oleh Mamak
GAGAL, lembek dan mengkilat




ceritanya sarimbitan
versi setelah Opung datang






WE LOVE YOU KIONA,
HAPPY BIRTHDAY

Minggu, 14 Oktober 2018

:)

Di jalanku ku diiring oleh Yesus Tuhanku
Apakah yang kurang lagi jika Dia Panduku
diberi damai Sorgawi asal imanku teguh
Suka Duka dipakaiNya untuk kebaikanku
Suka Duka dipakaiNya untuk kebaikanku


Saat ini lagu itulah yang kuulang-ulang untuk kuimani.
Lelah dan khawatir harus aku lenyapkan dengan pengharapanku.
Dalam nama Tuhan Yesus semua masalah akan hilang
Dalam nama Tuhan Yesus yang terbaik akan diberikanNya

AMIN

Kamis, 11 Oktober 2018

Share Renungan Harian

“Yang jatuh dalam semak duri ialah orang-orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekhawatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.” (Lukas 8:14)


Bacaan Alkitab Setahun: Matius 27-28

Ada diskusi menarik setelah beberapa tahun saya bekerja di sebuah instansi. Waktu itu gaji kami baru saja dinaikkan. Standar penghasilan kami memang tidak sebesar mereka yang bekerja di instansi lain, apalagi dibanding di perusahaan. Tak heran, ketidakpuasan pun merebak. Tetapi seorang teman berujar, setengah menertawakan dirinya, bahwa dulu tatkala gaji masih kecil, dirinya merasa cukup. Setelah gaji dinaikkan, dia justru merasa tidak cukup. Harus saya akui, yang dia katakan benar adanya. Naiknya penghasilan ada kalanya justru bisa memperbesar perasaan tidak puas. 
Ketika hidup terasa semakin nyaman, kita pun berusaha mempertahankan kenikmatan itu. Tuntutan kita bahkan justru semakin meningkat. Munculnya kekhawatiran menjadi pertanda ketidakrelaan kita kehilangan kenyamanan yang telah kita raih. Masalahnya, rasa khawatir lalu menggerogoti hidup rohani kita. Yesus menggambarkan kekhawatiran dan kenikmatan hidup itu bagaikan tanah yang dipenuhi semak duri. Firman Tuhan tidak lagi menyegarkan jiwa karena tidak mampu bertumbuh subur. 

Kesejahteraan jiwa seharusnya kita utamakan. Caranya adalah dengan membaca, merenungkan, dan hidup di dalam firman setiap saat (Mzm. 1:2-3). Namun kita sering berpikir terbalik. Kita menyibukkan diri sedemikian rupa untuk mengejar penghasilan tambahan. Akibatnya, kita kelelahan dan dipenuhi kecemasan. Saatnya kita kembali mengutamakan firman Tuhan. Agar kita memperoleh kepuasan hidup yang sejati.

MARI KITA MENGEJAR KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA,
SEMBARI MEMPERSILAKAN TUHAN MENGURUS SISANYA.—Matius 6:33

Sumber: disini

Renungan Harian hari ini yang bener-bener menampar aku betapa aku sering lupa bersyukur akan apa yang kupunya dan khawatir akan masa depan. Seperti kata di atas, saatnya kembali mengutamakan Tuhan..
Kuy lah

Just For Fun (Review Film Bleach Live Action)


Bagi penikmat manga Bleach, film ini pasti ditunggu2 banget.
Manga Legend yang sebanding dengan One Piece dan Naruto dari segi genrenya ini akhirnya tamat di manga volume 686. Lumayan panjang ya, tapi kayaknya sih bakal ada sekuelnya lagi nih kayak Naruto yang melahirkan Boruto. :D

Mamak inget banget komik Bleach pertama yang mamak baca itu di tahun 2006 dan langsung jatuh cinta sama ceritanya. Agak terlambat mamak tahu dibanding naruto dan one piece. Nah, berkat kesuksesan komik manganya, akhirnya di tahun 2018 ini, tepatnya Juli, Film Bleach muncul dalam bentuk Live action. Dengan menggandeng Warner Bros Jepang, Film ini pertama tampil di Netflix.

Nah yang ditunggu-tunggu para fans dari film adaptasi biasanya bukan ceritanya ya, karena ceritanya pasti semua udah pada tau dari manganya atau novel (kalo film adaptasi novel), yang ditunggu adalah siapa yang memerankan tokoh karakter yang ada di manga itu, apakah ceritanya bakal mengalahkan yang di novel/manga. Yup. Begitu juga dengan film Bleach ini. :D

Ya udah, kita mulai aja review filmnya ya.

Alur Cerita
Buat scene awal ini sama banget kayak di komik, baik dari pengenalan karakter maupun cerita, walau ada sedikit adaptasi yang dihaluskan sih. :D 

Bermula dari cerita Kurosaki Ichigo yang sedang berjalan dengan mamanya di tengah hujan (ini di komik ga ada) dan melihat ada seorang gadis kecil di pinggir sungai sendirian. Ichigo menghampiri gadis kecil tersebut untuk memberikan payungnya, namun dikejar oleh mamanya. Saat bertemu dengan gadis kecil tersebut tiba-tiba terjadi sesuatu yang ga diketahui yang pada akhirnya merenggut nyawa mamanya Ichigo.

Maju ke scene dimana Ichigo udah dewasa dan sedang menghajar para skater jalanan karena menabrak bunga peringatan kematian di bawah jembatan. (di Jepang emang ada budaya untuk menaruh bunga atau sesajen di tempat kecelakaan yang mengakibatkan matinya orang). Kemampuan Ichigo adalah melihat hantu, jadi dia berusaha untuk menolong arwah anak kecil yang bunganya ditabrak oleh skater tersebut.
Disini dikenalkan tokoh Ichigo yang diperankan oleh Sota Fukhisi. Menurut mamak ini mirip banget sama karakter di manganya sih. :D
Di sini dikenalkan juga Chad yang menolong Ichigo dari serangan balik si skater. Kalo di manganya, Chad digambarkan seseorang yang bertubuh besar, hitam dan keriting. Diperankan oleh Koyanagi Yu, peran Chad ini kurang maksimal menurut mamak. Kurang hitam dan kurang besar badannya, malah terkesan kucel jadinya. Tapi buat peran lumayan menjiwai Chad.

Maju ke scene dimana Ichigo sampai di rumah dan pengenalan tokoh ayahnya Ichigo beserta dengan adik-adiknya.Karin dan Yuzu. Pemeran live action Isshin ayahnya Ichigo pas sih menurut mamak. Pas banget barbar dan lebaynya. Cuma Karin dan Yuzu agak kurang sih menurut mamak. Mereka kan kembar ga identik, kalo di manganya memang beda banget, Karin yang penampilannya kayak laki-laki dan Yuzu yang lemah lembut cewe banget. Nah di Live actionnya, Karin dan Yuzu malah jadi kayak adek-kakak, si Karinnya juga kurang tomboy dan Yuzu terkesan cengeng.

Masuk ke scene dimana Ichigo masuk kamar dan mendapati seorang Shinigami yaitu Rukia Kuchiki yang dikira hantu oleh Ichigo. Nah, kalau di manganya kan Rukia ditendang ya, tapi kalo di live actionnya cuma dimaki doang kok. Hahahaha. Pemeran Rukia dipercayakan kepada Hana Sugisaki yang menurut mamak sih pas dari karakter tapi kurang pas dari penampilannya. Kita lihat di manganya kalo Rukia itu rambutnya agak megar, tapi di Live actionya rambutnya lurus banget.

Rukia ini seoarang shinigami yang kerjaannya mengirimkan roh hantu yang baik ke surga dan membasmi roh hantu jahat (disebut hollow)  untuk kembali ke jalan benar dengan cara memusnahkan topengnya (Hollow biasanya bertopeng). Nah Rukia ini tidak sengaja masuk ke kamar Ichigo karena sedang mengincar Hollow Fish Bone yang katanya lebih kuat dari Hollow lainnya. 

Dari perkenalan Rukia ke Ichigo dipotong oleh munculnya Hollow yang merusak rumah Ichigo.
Yuzu diculik oleh Hollow dan membuat Ichigo marah dan berusaha bertarung dengan Hollow. Rukia berusaha membunuh Hollow, namun gagal dan terluka. Akhirnya Rukia memutuskan untuk merubah Ichigo menjadi shinigami karena energi Ichigo yang besar, Ichigo yang terdesak juga setuju untuk berubah dan akhirnya jadilah shinigami. Shinigami Ichigo akhirnya bisa mengalahkan Hollow itu dan berhasil menyelamatkan Yuzu.

Scene berikutnya Ichigo bangun dari tidurnya dan menganggap kalau yang kemarin malam adalah mimpi semata, sampai akhirnya dia melihat rumahnya hancur dan meyakini itu bukan mimpi, tapi semua orang rumah Ichigo tidak ada yang ingat kejadian semalam dan menganggap ada truk yang menabrak rumah mereka.

Dibalik kebingungan Ichigo, dia pergi ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman kelasnya yaitu Chad, Orihime, Arisawa. Dan dia dikejutkan oleh hadirnya Rukia di sekolahnya sebagai siswa baru.
Akhirnya Rukia membawa Ichigo ke atap dan bercerita bahwa dia tidak bisa kembali ke asalnya yaitu Soul Society (tempat Shinigami berada) karena terlalu banyak memberikan energinya ke Ichigo malam itu. Untuk mendapatkan kekuatannya kembali, Ichigo harus berlatih agar bisa lebih kuat karena jika Ichigo lemah, saat kekuatan Shinigami diambil, dia bisa mati. Akhirnya Rukia memutuskan untuk melatih Ichigo, namun awalnya Ichigo menolak untuk berlatih karena beralasan kemarin dia jadi shinigami hanya untuk melindungi keluarganya.

Ternyata berita Rukia memberikan energinya ke manusia diketahui oleh pihak Petinggi Soul Society yaitu Renji dan Byakuya (kakak Rukia yang tegas dan dingin). Perbuatan Rukia yang dianggap melanggar peraturan shinigami akhirnya membuat kedua shinigami ini mendatangi Rukia dan Ichigo dan menyuruh Rukia mengambil kekuatannya kembali dan membunuh Ichigo. Rukia tidak mau membunuh Ichigo dan terjadilah adu argumen. Ichigo yang merasa sudah beberapa kali diselamatkan dan dibela oleh Rukia akhirnya menantang Byakuya dan Renji apabila dia bisa mengalahkan Hollow Fish Bone, maka kakaknya harus mengampuni Rukia. Mereka setuju dan akhirnya pergi.
Pemeran Byakuya dan Renji udah pas banget lah. No coment kalo ini.

Scene selanjutnya Ichigo berusaha mati-matian untuk berlatih menjadi shinigami yang kuat hingga akhirnya munculah Hollow Fish Bone di tengah kota yang sebelumnya juga muncul di pemakaman ibunya saat mereka sekeluarga melayat dan menyerang adik-adiknya Ichigo. Disini diketahui bahwa fish bone adalah arwah gadis kecil yang dulu membunuh ibunya dan akhirnya Ichigo makin berusaha membunuh Hollow ini.

Adegan pertarungan Ichigo dan Hollow akhirnya menghancurkan sebagain kota, Ichigo mendapat bantuan dari Ishida (teman sekelas Ichigo yang sebenarnya adalah Quincy). Quincy memiliki tugas yang sama dengan Shinigami hanya saja mereka adalah golongan manusia yang tinggal di bumi yang sama. Namun hubungan antara Quincy dan Shinigami memang tidak baik. Awalnya Ishida dan Ichigo tidak saling mengenal dan malah bermusuhan, namun akhirnya Ishida mau membantu Ichigo dalam melawan Hollow karena mengetahui bahwa Ichigo berusaha membantu Rukia. Ishida diperankan oleh Ryo Yoshizawa, kalo menurut mamak kurang songong ini orangnya, masih manis banget, padahal kalo di manga kan Ishida ini songong-songong sombong gitu, cuma di film masih kurang kelihatan perfeksionistnya Ishida.

Akhirnya Ichigo bisa mengalahkan Hollow dan berhadapan lagi dengan Renji dan Byakuya yang memang mau membunuh Ichigo dari awal. Renji berhasil dikalahkan oleh Ichigo, namun untuk berhadapan dengan Byakuya, Ichigo bukanlah tandingannya. Akhirnya Ichigo kalah, namun karena kegigihan dan pantang menyerahnya akhirnya menyentuh hati Rukia dan mungkin Renji juga. Rukia memohon ke kakaknya agar memaafkan dia dan Ichigo dan agar bisa kembali ke Soul Society. Rukia akhirnya mengambil kekuatannya kembali dari Ichigo dan menjadi shinigami kembali.

Semua ingatan tentang Shinigami dan pertarungannya akhirnya terhapuskan dan Ichigo menjalankan kehidupan seperti biasanya. Rukia kembali ke Soul Society dan semua berlangsung normal lagi.

Ending dengan cerita bahwa Ichigo masih sedikit mengingat tentang Shinigami dan Hollow.

Casting
Sebenernya udah disebutin sebagian di atas sih, tapi yowes diulang lagi:
Kurosaki Ichigo     ---   Sota Fukhisi
Rukia Kuchiki       ---   Hana Sugisaki
Isshin Kurosaki     ---   Yosuke Eguchi (Bapaknya Ichigo)
Masaki Kurosaki   ---   Masami Nagasawa (Mamanya Ichigo)
Renji Abasaki        ---   Taichi Saotome
Byakuya Kuchiki   ---  Miyavi
Chad                      ---   Koyanagi Yu
Orihime Inoue       ---   Erina Mano
Uryuu Ishida         ---    Ryo Yoshizawa
Kisuke Uruhara     ---   Siichi Tanabe (ini mantan Shinigami yang buka toko di bumi)
Buat temen-temen Ichigo yang lain dan adik2nya, mamak belum dapet siapa pemerannya.. Hahahaha.

Review
Ceritanya dipotong sangat panjang dari yang di manga karena Ichigo dan Rukia langsung ketemu sama Renji dan Byakuya, sedangkan kalo di manga Ichigo udah banyak membunuh Hollow untuk menolong teman-teman dan keluarganya sebelum ketemu sama petinggi-petinggi Soul Society. 
Di film ini juga teman-temannya Ichigo sama sekali belum mendapatkan kekuatan mereka.
Pengenalan karakter udah oke karena udah tau dari manganya, hanya ada beberapa peran yang memang tampilannya kurang sama dengan yang di manga, tapi karakternya dapet kok. 
Tapi kalo untuk di jadiin 1 film, film ini udah oke banget bisa mengepress cerita panjang menjadi ending yang bagus.
Cuma penasaran gimana nanti film selanjutnya buat mengungkap kekuatan teman-temannya Ichigo dan mengembalikan karakter Rukia. Hahahaha. Dan juga Bleach ini kan emang multi character juga dengan jumlah banyak di manganya, Temen-temennya Ichigo, Warga Soul Society dan Quincy. Kalo dibikin film ya bisa rugi harus casting banyak orang. Hahahaha.
Over all bagus dari karakter, cerita, backsound dan background. Semua oke lah.
Mamak kasi nilai 8/10 aja. Hahaha. Masi agak kurang gigit. Semoga film lainnya lebih sukses dari film Bleach yang tahun ini deh.
Byakuya, Ishida, Ichigo, Rukia, Renji

Rabu, 03 Oktober 2018

Happy 3rd Wedding Anniversary


Happy 3rd Wedding Anniversary
Happy 3rd October..
untuk suamiku, Papa Kiona.

Sekedar curhat mengenai pernikahan,
Menikah itu satu kata yang berat kalo menurut mamak.
Dibandingkan dengan pertanyaan yang dulu sering dilontarkan orang-orang "Kapan nikah?" "Kapan nyusul?". Menanggung pertanyaan ini mah ga ada apa-apanya dibanding tanggungjawab setelah menikah nanti.
Mamak harus kasi tau 1 hal, khususnya untuk orang yang belum nikah: menikah itu bukan karena ikut-ikutan, menikah itu bukan karena bosan ditanya, menikah itu soal kesiapan. Beda ya siap yang dipaksakan sama siap beneran.
Siap soal apa? Yang paling utama adalah siap untuk susah. Karena kehidupan pernikahan itu ga melulu senang loh. Kalo senang2 mah semua orang juga siap, nah kalo susah? siap ga?

Dulu mamak berpikir, menikah itu pasti menyenangkan, punya pendamping hidup yang kita sayang yang akan selalu kita layani, punya anak-anak yang lucu, hingga nanti punya rumah kecil dengan dekorasi yang bagus dan suasana hangat. Membesarkan anak-anak dan menua bersama pasangan. Hmmmmm.. Sedap..

Tapi ternyata itu bukan soal yang di atas tadi. Oke, itu bonusnya, itu adalah hasil dari sebuah proses yang panjang, yang pasti harus jatuh bangun untuk mendapatkannya. Sekali lagi, menikah itu soal kesiapan, siap untuk menjalani proses panjang, siap untuk menerima semua kelebihan maupun kekurangan.
Dengan menikah, kita "dipaksa" untuk bertanggung jawab lebih besar.

Menikah itu berat. Karena harus menyatukan 2 keluarga. Kalau dulu pas pacaran sih cuma menyatukan 2 kepala kan. Nah kalo nikah, kita harus siap menyatukan 2 keluarga. Siap menerima semua kelebihan dan kekurangan 2 keluarga tersebut.

Menikah itu berat. Karena harus menjadi orang yang baru yang ga bisa lagi keluyuran, jalan-jalan bebas dengan teman-teman tanpa ada pikiran ada anak dan suami yang harus diurus di rumah. 

Menikah itu berat. Karena harus mengerti dan bersabar lebih banyak dari saat lajang.

3 tahun pernikahan kami termasuk yang tidak mudah. Bukan dari hubungan kami. Tenang, hubungan kami baik-baik saja, dan malah lebih baik dibanding saat pacaran dulu yang sering bertengkar. Sejak menikah hubungan kami menjadi lebih saling pengertian. Jadi ketidakmudahan itu datangnya dari luar. Tantangan lingkungan pekerjaan yang semakin tajam, kebutuhan rumah tangga yang harus terpenuhi, lika-liku kehidupan perARTan sampai berpikir untuk masa depan anak-anak.

Walaupun di atas mamak jabarkan kalo menikah itu berat, mamak mo kasi tahu 1 hal lagi, kuncinya cuma 1 untuk siap akan hal-hal di atas, Beryukur dan berserah pada tuntunan Tuhan.

Kami tahu memang seperti inilah hidup yang harus kami jalani. Kami hanya selalu bersyukur atas penyertaan Tuhan sampai di 3 tahun ini, dan berserah kepada penyertaan Tuhan di tahun-tahun kami selanjutnya. Kami juga tahu semua yang terjadi dalam rumah tangga kami akan membuat kami semakin dewasa dan bijaksana.

Jadi kami siap untuk tahun selanjutnya yang penuh kejutan dari Tuhan. Susah atau senang. :D

Rabu, 26 September 2018

Bermalam di Hotel Ciputra Cibubur

Hmm, ini cerita latepost ya mamak-mamak, readers, pemirsa.
Awal September lalu karena mamak pusing ga ada ART di rumah dan udah seminggu di rumah ga kemana-mana sampe kulit jadi putih banget ga kena matahari (lebay), akhirnya Papa Kio ngajakin nginap tapi ga jauh, masih di Bekasi. :D
Selain cerita ngabisin duit, ini juga cerita menghilangkan stress sebenarnya.
Cari-cari hotel sekitaran yang bisa jadi short escape terpilihlah Hotel Ciputra Cibubur.
Harganya memang agak jauh di atas, namun memang yang mau kami cari adalah fasilitas renangnya sih. Biar Kiona juga bisa berenang.

Terbookinglah hotel itu, dan eksekusinya awal September kemarin.
Ternyata hotelnya menyatu sama Mall Ciputra. Begitu kita masuk ke parkiran Mall langsung menuju ke arah loby hotel dan parkir tepat di parkiran depan pintu masuk yang kayaknya sih buat VIP gitu (like a boss).

Begitu masuk bangunan hotel, ternyata kami berada di lantai G dan harus naik 1 lantai karena reseptionistnya di lantai 1. Jadi lantai G itu khusus buat keluar masuk tamu ke parkiran dan juga ke Mall karena ada pintu conecting ke Mallnya. Proses cek-in yang cepat dengan penambahan deposit yang cukup mahal kalo menurut kami. Rp 500 ribu bok untuk depositnya. :(
Kami dapat kamar yang menghadap ke Jalan yang sedang dalam tahap pembangunan jembatan layang di lantai 6. 
Begitu masuk, kamarnya cukup besar, tapi bersih, AC, TV dan Shower berfungsi baik. Kamar sama sekali ga ada masalah.

pemandangan kamar begitu masuk
room

sesungguhnya yang nemplok di dinding atas tempat tidur itu adalah gong pemirsa
Kami langsung naik ke lantai 10 untuk melihat kolam renangnya. Sampai di sana, hanya ada kami dan 1 keluarga lagi yang lagi siap-siap mo berenang. Karena ga terlalu dingin, akhirnya kami juga memutuskan untuk ikut nyemplung kolam. Kolam yang berkonsep sky ini terpisah dari tempat makan alias restonya, jadi aman sepi ga banyak orang.

swimming pool

kolam renang
mama sama kio di pinggir kolam

nyemplung

lagi mikirin apa sih pap?
kocik



Setengah jam berenang otomatis lapar, dan bisa langsung melipir ke Mall Ciputra karena hotel yang conect langsung ke Mall.
Seharian kita habiskan untuk bolak balik Mall-Hotel. 

Ma, awas jangan di situ ntar ketabrak kereta


kereta mall

kolam malam hari
Besoknya kami cuma sarapan, jalan sebentar di Mall, trus langsung cek-out karena harus mampir ke rumah opung Kio lagi.
Sarapannya ga terlalu beragam kalo dibandingkan sama ratenya. Menu utama buffet ada nasi goreng, nasi putih, nasi steam dengan lauk ayam, sayur, sosis. Ada bubur ayam, roti-rotian, rombongan buah, kue basah, sereal, jus dan dimsum. Sushinya ga ada, padahal liat di review tripadvisor kayaknya ada sushi. Mungkin diganti dimsum sih.

kolam di pagi hari berkabut

ga berani nyemplung pagi-pagi


Over all, short escape kami menyenangkan.
Kiona senang, Mamak senang, Papa Kio duitnya kurang senang. :D

Wes, itu dulu latepostnya, nanti kalo ada update, pasti diposting.
BYE

Selasa, 25 September 2018

Just For Fun (Review Film Searching)


Searching Movie adalah Film produksi LA (2018) yang katanya sih bagus banget.
Mamak penasaran lah, jadi nonton deh. Sebagus apa sih? Paling ga bagus-bagus amat.
Setelah nonton, mamak review filmnya di blog ini yang kata orang-orang bagus ya.

Plot cerita intinya adalah seorang Bapak yang kehilangan anak perempuannya, akhirnya mencari si anak ini melalui semua media sosial si anak. Udah itu aja. :D

Itu singkatnya.
Kalo mau panjangnya ya siap-siap popcorn dulu lah..

Alur Cerita
Alurnya maju. Awal cerita, dikisahkan sebuah keluarga bahagia yaitu David Kim, Pamela Nam dan anak perempuan mereka Margot. Keluarga kecil tapi selalu bahagia sampai akhirnya sang ibu Pamela Nam meninggal karena sakit, dan tinggalah Ayah dan si anak.
Film ini unik sih menurut mamak, karena cerita diatas ditampilkan dengan konsep dekstop komputer seakan kita sebagai user komputer yang melihat file-file di komputer tersebut.
Kemudian diceritakan juga kalau si ayah ini jadi single parent yang ga mau mengungkit soal si Ibu ke Margot. Awal-awal kita bisa nonton percakapan Margot dan David selayaknya bapak ke anaknya.
Konflik cerita dimulai saat malam hari jam 2 pagi ketika Margot melakukan miss call dan miss video call ke ayahnya yang sedang tidur.
David baru menyadari panggilan dari anaknya itu saat pagi, dan ketika di hubungi balik, nomor Margot ga aktif.
Setelah seharian tidak ada kabar, David mulai curiga karena ga biasanya Margot tidak mengabarinya. Akhirnya David mulai cari-cari teman Margot yang kemungkinan dekat dengan Margot. Dan NIHIL teman-temannya Margot pun tidak tahu dimana dia. Dan Fakta mengejutkan yang David dapat adalah ternyata Margot adalah anak yang pendiam dan tidak punya teman. Selama ini teman-teman Margot hanya kasihan kepadanya. Jadi ga ada yang benar-benar dekat dengan Margot. Dari penelusuran David kepada teman-temannya diketahui bahwa Margot bolos sekolah dan les piano dan menarik diri dari semua ajakan temannya.
David akhirnya menghubungi polisi dan melaporkan kehilangan karena mencium sesuatu yang janggal dengan anaknya. Segera setelahnya David dihubungi oleh seorang detektif wanita Rosemary Vick yang akan membantu menangani kasus ini.

Dari sini dilakukanlah jejak pencarian Margot hingga akhirnya muncul berbagai spekulasi menarik. Dari Margot yang mencoba melarikan diri, Margot terlibat pencucian uang, dan lain-lain.
Mirisnya, David sempat kecewa karena ternyata Margot tidak seperti yang dia lihat selama ini. Semakin David mencari tahu tentang Margot, semakin dia tidak mengenal Margot.
Apakah pencariannya berhasil? Apakah Margot ditemukan hidup atau mati? Apa yang terjadi pada Margot?
Buat endingnya ya nonton sendiri, karena ini plot twist nya banyak.

Catsing 

  • John Cho sebagai David Kim
  • Michelle La sebagai Margot Kim (16 tahun)
  • Kya Dawn Lau sebagai Margot Kim (9 tahun)
  • Megan Liu sebagai Margot Kim (7 tahun)
  • Alex Jayne Go sebagai Margot Kim (5 tahun)
  • Debra Messing sebagai Detektif Rosemary Vick
  • Sara Sohn sebagai Pamela Nam Kim
  • Joseph Lee sebagai Peter Kim (adeknya David)
  • Steven Michael Eich sebagai Robert Vick
  • Ric Sarabia sebagai Randy Cartoff

Review
Dari Rate 1-10, mamak kasi nilai 10. Yeay
Kenapa? Ya karena memang bagus filmnya.
  • Pertama, film ini disajikan dengan konsep baru yaitu desktop komputer seperti yang mamak bilang sebelumnya. Jadi seakan-akan kitalah pemilik komputer tersebut. Sebelum ini kita tau konsep baru seperti film dokumenter sempat hits. Jadi kamera yang digunakan seperti sedang merekam si aktor seakan-akan mereka benar-benar ada dan mengalami kejadian di film tersebut, namun sudah banyak Film yang kayak itu. Film Searching ini berhasil menampilkan konsep baru lagi. Good sih kalo menurutku.
  • Kedua, ending yang ga bisa ditebak. Banyak Plot Twist yang bikin penonton jadi berspekulasi, menuduh si ini, si anu, dan menebak-nebak apa yang terjadi dan penyebab hilangnya Margot. Walaupun satu per satu terungkap, namun di ending-ending kita ga akan menyangka ceritanya berakhir dimana.
  • Ketiga, sarat nasehat. Sebagai orangtua, aku jadi memposisikan diriku di posisi David Kim yang dijudge gagal sebagai orang tua, salah komunikasi dan lainnya. Jadi pembelajaran buat para orang tua bahwa dengan komunikasi pun terkadang orangtua aja ga tau sifat anaknya, apa yang dilakukan anaknya, dll. Butuh komunikasi dari hati ke hati sih kayaknya.
  • Keempat, Film ini mengisahkan kehidupan saat ini yang dikuasai oleh media sosial. Ingat saat mamak bilang kalo si Margot ga punya teman? Tapi saat Margot hilang dan jadi pemberitaan dimana-mana, teman palsunya Margot pura-pura simpati, bilang mereka teman Margot, teman baik, sering hangout hanya untuk menarik perhatian publik. Saat David Kim dibully bukan ayah yang baik, pembunuh, eh malah dibikin meme2 jadi kayak cyber bullying. Benar-benar menampar penonton mengenai apa yang terjadi di dunia kita sekarang ini. MIRIS
  • Kelima, Jhon Cho yang jadi David Kimnya hot dady banget, ganteng. WKWKWKWKKWK. tapi tetep Papa Kio lah yang paling ganteng ga ada yang ngalahin. Maaf point lima ini anggap ga ada. LOL

Yah segitu review mamak, tonton aja sendiri ya. Mamak uda kasi rate bagus.