Tampilkan postingan dengan label culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label culture. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Juli 2021

Happy Wedding There dan Mori (Part 2)

de javu ga mak?
Hahahaha
Januari kemarin mamak juga posting hal yang sama, yaitu happy wedding buat bou dan amangbounya Kiona ini.
.
Kalo yang kemarin cuma pemberkatan secara agama, kali ini adalah acara pernikahan adat Bataknya.
.
sedikit cerita ttg pesta kemarin,
sebenernya udah deg2an aja ini pestanya pas banget sama awal berlakunya PPKM, selain deg2an ga bakal bisa ngadain pesta, lebih deg2an lg sama angka covid yg lagi meningkat.. kalo bukan yg punya pesta, pasti udah fix ga bakal dateng ke pestanya.. apalagi ak termasuk orang parno banget keluar rumah kalo g penting banget.
apa mau dikata, udah rencana dari 2019 akhir dan baru bisa realisasi di 2021 karena interupsi panjangnya si covid yang ga bakal tau kapan berakhirnya. udah ga keitung berapa kali delay. Prosesnya juga harus melawati banyak tahap, pemberkatan dulu adatnya beberapa bulan kemudian
.
ya namanya juga adat Batak, yang nikah sepasang yang repot bisa seantero jagat raya.. 😆 apalagi pas pandemi gini.. sedih kalo diinget lagi..
.
pesta tetap dengan prokes, sampe mau makan aja mikir2 dulu. kalo bisa masker triple, pasti bakal pake, cuma sesak ya gaes, 2 aja udah engap.
.
puji Tuhan berjalan lancar dan selesai dengan baik segala tahap perjalanan panjang dari 2019 kemarin. udah lega selesai 1 acara. napas dulu bentar sebelum masuk ke acara nikah selanjutnya. 😭 semoga Tuhan mampukan..
.
.
semoga selalu diberi kesehatan untuk kita semua, kalaupun sakit, harus cpt pulih buat kita.. kita bisa lawan covid ini.. 💪🏻
Masa ga kangen sama saat2 ga pake masker dulu?













Sabtu, 20 Maret 2021

Martumpol dan Pesta Adat Rega dan Tika

PUSING LAH PALA MAMAK.
.
.
marpesta terus kita setahun ini ya.
Banyak adek-adek mamak yang mo kewong di tahun ini.
dan seperti yang kita tahu kalo yang namanya adat batak itu udah pasti kudu harus banget seluruh antero jagat ikut sibuk karena pernikahan 2 orang aja.
.
Apalagi kalo jadi pihak parboru, duuuuh. makin sibuk lah karena yang harus "marhobas" dalam pesta itu. Marhobas bagi yang belum tau artinya itu kayak mengurus dan yang paling banyak kerja di pesta itu. Karena pada dasarnya di adat Batak itu, perempuan (boru) harus mengurus dan melayani seluruh orang di dalam rumah, maka begitu juga pas di pernikahan adat batak, boru-lah yang akan bekerja untuk melayani orang rumah maupun tamu-tamu yang datang.
.
Kali ini kita jadi parboru di pesta Rega dan Atika. Anak Tulangnya mamak. Memang bukan secara langsung, karena yang secara langsung menjadi boru dalam keluarga Rega adalah Boru-Boru Sipayung, tapi karna mamak termasuk boru dari Boru Sipayung, ya ikut kerja juga ujung-ujungnya, Hahahaha.
.
Puji Tuhan acara sudah berjalan dengan baik dari martumpol dan pesta adat, semoga diberkati rumah tangga yang baru ini.
.
Acara Martumpol 13 Maret 2021
mukanya bahagia banget, masi belum kenal harga susu dan sekolah anak

Mukanya juga bahagia banget



Pemberkatan dan Acara Adat 20 Maret 2021


Kiona ngumpet di kardus tempat kado


Rabu, 17 April 2019

Pesta Demokrasi Indonesia

Pesta Demokrasi tiap 5 tahunan datang lagi yaitu PEMILU. Dan sebagai warga negara yang baik, pastilah mamak sekeluarga harus ikut mencoblos dan memilih Presiden demi Indonesia yang lebih baik lagi pastinya.
Ini menyangkut HAK sekaligus KEWAJIBAN kita.
HAK untuk memilih dan KEWAJIBAN sebagai warga Negara.
Kesempatan ini cuma datang sekali dalam 5 tahun, jadi plis tolong jangan mau GOLPUT.
1 suara kamu berharga.
ga bakal ada 1 juta suara kalau masih kurang 1 suara kan?

Pemilu 2019 sangat panas ye menurut mamak, ditengah-tengah isu politik yang dikemas cantik dengan isu agama, saling menjelek-jelekkan dan yang parahnya sampai ada yang saling memutus tali silaturahmi.
LUCU SIH!!
Memang benar ini adalah persaingan dan perlombaan, tapi ada baiknya kita sang pengikut dari masing-masing calon bukan saling menjatuhkan, tapi coba saling bersaing dan rame-rame menyebarkan berita dan prestasi positif tentang calon yang dijunjung.

Emang sih cara untuk maju itu biasanya ada 2 yaitu melambung tinggi dengan prestasi sehingga si lawan tertinggal atau menjelek-jelekan lawan sehingga kita terlihat lebih baik. Dan mungkin si pengikut toxic yang selalu menyebarkan berita jelek merasa yang dijunjung itu ga punya prestasi baik kali ya, makanya cara kedua yang dilakukan yaitu menjelek-jelekan lawan. HIHIHI.

Yang pasti mau si 01 atau 02, pada akhirnya Indonesia kita ini lah yang mau dimajukan, jadi mamak amat berharap siapapun yang terpilih nanti bener-bener bisa membuat kebijakan di Pemerintahan yang sebijak-bijaknya. 

Trus plis jangan ada pemaksaan kehendak bahkan sampai merukiah orang yang pilihannya beda. Kenapa mamak bilang rukiyah? Contoh kasus satu keluarga, 1 orang di keluarga itu beda pilihan, eh malah dikasih ayat-ayat Alkitab/Al-Quran. Lah, dia punya HAK dong untuk memilih sesuai hatinya. Dia pasti punya pertimbangan kenapa pilih 01 atau 02. HARGAI. Indonesia itu dibesarkan dari perbedaan, jadi buat apa dipaksa jadi sama. Apa kita mau mundur lagi seribu langkah? Menang itu baik, Kalah juga baik.

Sekali lagi, mau 01 atau 02 tetap Indonesia yang dimenangkan. Pak Jokowi dan Pak Prabowo sama-sama Putra Bangsa yang terbaik jadi siapapun yang terpilih, tolong jaga kepercayaan kami ya Pak. Tolong pimpin kami dengan baik.

Dan juga pada akhirnya kita lah pelaku pembangunan Indonesia. Semoga yang paling baik menurut Tuhanlah yang bisa terpilih dan memimpin bangsa ini 5 tahun ke depan.

Selamat memilih
Selamat Pesta Demokrasi.
Selamat berpartisipasi dalam membangun Indonesia..
Selamat bertemu lagi 5 tahun ke depan..




Minggu, 15 Oktober 2017

Kiona ikut Pesta Nikah Adat Batak?

Jadi ceritanya kami jadi pihak parboru di nikahan sepupuku Ivana Sumbayak. Dan yang namanya adat, mau ga mau harus diikutin.

Munculah kekhawatiran Kio pasti ga bakalan betah seharian di gedung Batak, jadi dari seminggu sebelumnya mamanya udah rempong nyiapin ini itu. Dan di hari H, Puji Tuhan si bayi kocik ga rewel. Doi ngikutin pesta dengan anteng, kalo udah ngantuk, doi tidur. Sampe 3 kali tidur. Jadi pesta Batak pertama Kio berakhir dengan sukses.

Pesta kedua yang diikuti Kio seminggu persis setelah pesta pertama. Dan kali ini kami jadi bona tulang. Dengan peran kami ini, kami menghabiskan waktu lebih lama dari yang minggu lalu karena sekarang kami dari pihak si pengantin cowonya.

For information, di nikahan adat Batak itu, semua undangan si cewe lah yang duluan memberikan ulos ke pengantin. Setelah semua undangan dan Tulang yang dianggap kedudukannya paling tinggi di pesta itu. Kalau pihak cewe selesai, baru mulai lagi dari pihak cowo.

Kalau di minggu lalu, jam 5 kami uda bisa keluar dari gedung, minggu ini kami keluar dari gedung jam 7. Puji Tuhan Kio masih mau diajak kerjasama walaupun udah malam banget. Kio selama ada mama papanya kayaknya ga akan kenapa-kenapa sih. Hahahaha

Kio cuma tidur 1 kali di pesta kedua ini. Besoknya kami langsung sakit badan. Termasuk Kio. Walaupun dia ga bilang, tapi pasti badannya sakit semua.
Dan yang bisa mengembalikan badan kami seperti sedia kala adalah PIJIT.
Bayi boleh dipijit? Boleh. Kan ada tukang pijit khusus bayi, baik yang dipanggil ke rumah maupun yang di baby spa.
Dari usia berapa bayi boleh dipijit? Sebenernya ga ada artikel yang bisa dipercaya kalo soal begini, karena pasti akan banyak persepsinya. Kalo bagi aku, Kio sudah kami pijit sejak usia 6 bulan, jadi badannya memang uda kuat untuk menerima pijitan tersebut.

pesta pertama
pesta kedua
Yah, itulah cerita Kio di Pesta Nikah Adat Batak.
Tipsnya kalau bawa anak dibawah 1 tahun ke pesta Batak begini, bawa makanan dan susunya termasuk cemilan biskuit (kalau air putih sama buah biasanya ada di pesta), bawa mainan favoritnya, walaupun pasti gelas piring dan sendok di sana bakal jadi temen main si kocik, bawa baju ganti lebih dari 1, bawa jaket, bawa tissu basah dan tissu kering dan bawa empeng atau segala macam yang bisa bikin kocik tidur atau diam.

Segitu dulu postingan ini.
Nanti disambung lagi.

Senin, 30 Januari 2017

Happy Baptism Our Lovely Daughter Baby K


Our Kiona have a baptism yesterday..

Akhirnya nama Kiona sudah didaftarkan di Buku Kehidupan Surga..
Mulai sekarang kami sudah punya satu tanggung jawab lagi yaitu mengenalkan Kiona tentang siapa itu Allah, Kristus yang menciptakan dunia dan isinya termasuk Kiona dan mama papa..

Kiona yang masih berusia 3 bulan kurang 2 hari masih hobi banget nangis. Yang kami takutkan dia rewel pas dibaptis oleh Pendeta dan menangis selama ibadah. Namun ketakutan kami kami serahkan kepada Tuhan, dan Puji Tuhan, Kiona tenang di pangkuan opungnya selama ibadah, dan pada saat kami kedepan untuk dibaptis, Kiona sama sekali ga rewel dan malah ketawa saat air ditumpahkan ke atras kepalanya. Puji Tuhan.
Sempat nangis sebentar setelah itu, tapi mungkin karena kepanasan dan bajunya agak gatal.







Setelah pembaptisan, kami mengadakan kebaktian ucapan syukur kecil-kecilan yang hanya dihadiri keluarga kami dan juga termasuk acara adat paabingkon. Acara paabingkon itu gimana ya bilangnya? Semacam acara menyerahkan si anak/boru ke opung dan tulangnya untuk digendong (diabing) sehingga namanya sudah berubah dari ama/ina menjadi opung dan predikat tulang.
Ya seperti itulah. Adat sulit dijelaskan memang. Hahahaha.

Kiona nangis menjerit selama adat karena mengantuk dan ga bisa tidur. Dia ga akan bisa tidur kalau di rumah ramai apalagi banyak orang ngobrol sana sini, alhasil nangis dan ngamuk ga ketulungan. Tapi semua masih bisa teratasi. Hehehe.


 












Acara kami selesai di sore hari sekitar jam 3. Seluruh acara berlangsung baik, lancar dengan cuaca yang cerah. Puji Syukur kepada Tuhan.
Semoga kami sebagai orang tua dapat semakin bijaksana membimbing Kiona lebih dekat dengan Tuhan.
Amiiin..

Ngomong-ngomong soal Baptis, tadi Pak Pendeta sempat tanya apa sebenernya arti nama KIONA ELDORA itu?
Jadi Kiona Eldora itu terdiri dari 2 kata dengan 2 bahasa pula.
KIONA berasal dari kata KEONA dari bahasa Hawai yang artinya God's Gracious Gift. Ini menunjukkan bahwa Kiona adalah hadiah dari Tuhan bagi keluarga kami.


ELDORA kebanyakan artinya Emas, namun ELDORA yang kami ambil dari bahasa ANGLO yang artinya hadiah kebijaksanaan.

Jadi Kiona Eldora itu adalah anak yang merupakan hadiah dari Tuhan yang dianugrahi kebijaksanaan. AMIN.

Namun kalau diartikan dari arti KIONA ELDORA  di google terjemahan secara langsung, artinya adalah GUNUNG EMAS. Sebenarnya arti ini juga ga kalah bagus dari arti yang kami maksud. Gunung Emas dapat diartikan sesuatu yang besar dan tak dapat disembunyikan seperti gunung dengan emas yang sangat berharga. Bagus juga kan artinya?

So, Kiona Eldora memiliki arti yang sangat baik. Semoga selalu bertumbuh menjadi anak yang baik juga. AMIN.

Nama Kiona Eldora dari siapa?
Murni ini nama dari aku semua, karena kami memang sepakat kalau opung-opungnya mau kasi saran nama tidak apa, tapi kembali lagi kepada kami mau pakai atau tidak, semua akan dipertimbangkan.
Nama ini benar-benar sulit dicari karena aku memang sengaja mau cari nama yang jarang dipakai orang.
Setelah memberi beberapa nama kepada papa Kio, nama inilah yang paling klop untuk kami berdua. Jadilah nama Kiona Eldora dipakai untuk Boru kami ini. :)

Kenapa tidak ada embel-embel borunya di belakang?
Hmm, ini gimana ya? bukan ga mau patuh sama adat ataupun bukan ga bangga jadi orang Batak. Tapi berhubung nama mama dan papa Kio juga ga ada marga dan boru dibelakang nama (ini ga tau dulu kebijakan lahir di kota sudah tidak ada marga-margaan lagi), jadi Kiona juga tidak diberi boru dibelakang namanya. Kebayang kalau KK kami nama Kio saja yang ada borunya. :D

Yah, begitulah kira-kira ceritanya.

Karena cerita kali ini cukup panjang, aku sudahi dulu dan bisa dilanjut di postingan selanjutnya..
C U

Senin, 22 Agustus 2016

Acara 7 bulanan 20.08.2016

28 weeks jalan 29 weeks
Kakak di perut sudah mulai berat.
Perutku juga sudah kelihatan besar.
Hahaha. Iya lah, secara udah 7 bulan ya.

Tepatnya Sabtu kemarin tanggal 20 Agustus 2016, kami menggelar acara 7 bulanan untuk si kakak.
Acara berlangsung ramai dan lancar (kayak jalanan)
Acara mulai dari jam 12 siang dan selesai jam 2 siang.

Karena kami Batak, maka adat Batak lah yang kami lakukan dalam menggelar acara 7 bulanan ini.

Seperti biasa, setelah di"ulos"i, kami menerima dayok naiatur (ayam) dan juga ikan mas agar semua yang kami rencanakan ke depan teratur juga seperti ayam dan ikan ini. Ini dilakukan oleh orang tua si bumil, yaitu mama dan papaku. Setelah itu kami (kelurga Sihombing) membalas dengan memberikan babi dan batu demban (ucapan terima kasih).

Setelah selesai prosesi itu, dilanjutkan dengan makan siang bersama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan nasihat-nasihat dan setiap orang memberikan nasihat kepada kami pihak yang akan menghadapi kelahiran si kakak.
Dan kemudian ditutup dengan sepatah dua patah kata dari aku dan suami.











Puji Tuhan acara sudah berlangsung dengan baik.
Semoga ke depan terus dilancarkan dan kami dapat terus sehat-sehat.

Amin