Tampilkan postingan dengan label baby Kio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baby Kio. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Desember 2020

Perayaan Natal Sekolah Minggu (online)

Ya Tuhan, kapan pandemi ini segera berakhir? rasanya udah lama banget ga ke gereja offline lagi.
Udah hampir setahun umurnya corona di Indonesia.
Sedih kali Natal pun harus online karena terhalang untuk bertatap muka.

Tapi di balik seluruh kesedihan itu, selalu harus ada hal positif yang bisa diambil.
Kita jadi bisa menarik diri untuk lebih banyak intropeksi dan merenung.

Hari ini Kiona merayakan Natal Sekolah Minggu online.
Ibadah dilakukan dari rumah mengingat virus corona yang masih menunjukkan peningkatan pesat. Tapi ini tidak menghalangi sukacita anak-anak sekolah minggu untuk mengikuti Ibadah. Walau terbatas sinyal internet, Puji Tuhan ibadah berjalan baik.

Puji Tuhan Natal tahun ini Kiona sudah bisa berpartisipasi untuk mengikuti liturgi kelas Balita.
Keberanian yang dibangun mulai ditumbuhkan walau hanya di depan layar HP dan ga di depan banyak orang. Semoga tahun depan sudah bisa Natal di gereja ya. Amiiiin...

Puji Tuhan lagi, ga nyangka, Kiona jadi slaah satu pemenang lomba foto Twibbone dari gereja, Hahahahahha. Ketauan udah ini anaknya mewarisi darah kenarsisan emaknya.
Wkwkwkwkwkwk..
Gapapalah, selama ga merugikan orang lain ya toh.

Yawes, selamat Natal Sekolah Minggu untuk Kiona dan semua anak-anak sekolah minggu di luar sana.
Semoga berkat Natal selalu bersama kita.
Amiiin

Natal dari Laptop

penyalaan lilin Natal

Liturgi Kiona:


Selamat Natal Sekolah Minggu dari kami

Pose dulu sama Pohon Natal


ini nih yang jadi Juara Foto Twibbone

Jumat, 01 Juni 2018

Selamat 19 bulan Boru Panggoaran

19 bulan sudah usiamu, boru kesayangan.
Banyak yang sudah kita alami dan masih panjang cerita untuk kita bagi ke depan.
Kiona sudah mulai mengerti keadaan mama dan papa.
Sudah mulai mengerti apa yang dikatakan mama papa.
Semoga ke depan semakin bertambah pemahaman dan kepintaran Kio.
Terimakasih sudah menjadi boru yang selalu pengertian dan baik sama mama papa.
Selalu sehat yang senantiasa kami harapkan untukmu.

Selamat 19 bulan, boru paling cantik


Selasa, 01 Mei 2018

KIONA 1,5 tahun


Selamat 1,5 tahun our todler..

Dan selamat hari buruh.

Eh, ga nyambung..

Abaikan aja

Minggu, 01 April 2018

17 months already

Happy 17 months old Baby..
Oh, you are'nt baby anymore..
You todler already, but you always be our baby..
:)

Love you more and more, Baby..
💛💙


Sabtu, 03 Maret 2018

yeay, Kio uda berani jalan sendiri

Happy 16 months manis manjanya Papa Mama.

Kiona udah berani jalan sendiri, sekarang mama papa opung dan mba cuma ngikutin Kio aja dari belakang. PDnya juga udah bertambah, ga malu-malu lagi kalau ada temen yang baru.
Cuma memang masih ga bisa dipinjam orang untuk sekedar disapa dan digendong (bayi sombong).


Sehat selalu ya nang.
Tuhan berkati tumbuh kembangmu

Minggu, 18 Februari 2018

udah vaksin MR tapi kok masi kena campak?

Menyambung cerita saat mama Kio ulang tahun seperti janji kemarin, jadi tanggal 7 Februari sebenernya Kio udah demam, tapi kami sama sekali ga ambil pusing karena Kio sambil numbuh gigi. Kami pikir demam itu adalah efek dari numbuh gigi.

Tanggal 9 pagi demam Kio sudah agak turun sampai dengan tanggal 10 Feb, jadi tanggal 10 kami berani bawa Kio jalan-jalan ke Monas. Tapi memang tanggal 10 pagi saat bangun tidur, di area muka dan telinga Kio timbul bercak merah seperti biang keringat, tapi aku pikir itu cuma biang keringat biasa karena dari tgl 7 kemarin kami memang sama sekali ga pasang AC dan Kio ga mandi, cuma dilap aja. Dan karena kebetulan Kio memang anak yang keringetan, kupikir wajar dia biang keringat. skip..

lanjut cerita di Monas, saat antri panjang menuju puncak tugu Monasnya, aku lihat bercak di muka Kio kok jadi malah melebar sampai ke tangan dan punggung, kaki juga ada sebagian. Kalau biang keringat harusnya kan ga nyebar.

aku langsung searching di google dari tanda-tandanya, dan mendapati bahwa itu adalah gejala campak. Berbagai pertanyaan muncul di benakku, loh, Kio kan sudah vaksin MR waktu umur 10 bulan waktu ada program imunisasi nasional MR, kok masih juga kena campak? apa vaksin MR kemarin salah? apa seharusnya Kio vaksin campaknya di umur 9 bulan, ga ngikutin vaksin program pemerintah? apa harusnya jangan vaksin di Posyandu, karna biasanya kami vaksin di RS ato RV, ini karena program pemerintah nasional, kami terpaksa ke Posyandu. dan lain-lain..

Aku sampai ga percaya loh kalo Kio kena campak, tapi semakin aku baca artikel dan foto-foto campak, ak jadi makin yakin Kio kena campak nih..

Sorenya pulang dari Monas, kami langsung ke RSIA Bunda Aliyah. Kio diperiksa oleh Dsa Chalid. Begitu aku ceritakan kronologisnya, dokter langsung bilang tanpa ragu kalo itu campak. Dokter tanya, apakah Kio sudah vaksin, dan aku jawab sudah. Dokter kembali menjelaskan bahwa karena sudah vaksin maka campaknya tidak terlalu merah, hanya merah muda seperti yang ada pada tubuh Kio.

Dalam 5 hari ke depan juga pasti Kio akan sembuh, walaupun tidak diberikan obat apa-apa. Makanya Kio hanya diberikan imboost dan vitamin saja dengan tambahan obat gatal apabila memang gatal-gatal.. Kalau seandainya Kio belum vaksin, pasti Kio akan gatal-gatal dan akan sangat banyak dan merah bercaknya.

Usut punya usut, ternyata tetangga anaknya ada yang kena campak, maka sudah jelas asal penyakit Kio ini darimana.

Sepulang dari RS, Kio langsung kuberikan resep yang diberikan dokter. Dalam 2 hari saja Kiona sudah sembuh dan sama sekali tak ada bekas dari bercak-bercak tersebut.

Nah, jadi memang walaupun anak kita sudah vaksin, itu tidak menjamin anak kita tidak akan terkena penyakit tersebut. Kembali lagi ke daya tahan tubuh si anak, kalau anak lagi dalam kondisi tubuh lemah dan terkena virus dari luar ya tetap saja akan tetinfeksi. Hanyaaa.. (ada hanyanya) efek ato dampak dari penyakitnya tidak akan separah anak yang belum menerima vaksin. Begitu pula dengan penyembuhannya, anak yang sudah vaksin akan lebih cepat prosesnya dibanding yang tidak vaksin.
So terjawab sudah pertanyaanku sebelumnya.

Dan mau share tentang gejala campak yang baru kami alami:
~gejala awal anak demam. Tidak terlalu tinggi, paling tinggi 39 derajat. Ini berlangsung sekitar 2-3 harian. Demam berlangsung terus menerus tidak naik turun secara ekstrem.
~setelah 2-3 hari demamnya turun, bahkan jadi normal, sehingga kita ga akan menyangka bahwa setelah itu muncul bercak merah.
~bercak merah mulai muncul dari kepala khususnya area jidat dan sekitar telinga terlebih dahulu, beberapa jam kemudian menyebar ke bagian punggung, tangan dan kaki. Selama bercak muncul, demam anak sama sekali sudah tidak ada lagi, jadi kesannya gantian antara demam dan bercak.
~gejala ini mungkin berbeda kepada anak yang sama sekali belum vaksin campak
~nah kalau sudah di fase ini lebih baik langsung ke dokter untuk penanganan lebih lanjut karena dari gejala yang sangat jelas sebelumnya, sudah dapat dipastikan si anak terkena campak
~campak itu bukan cacar, jadi tidak anti air dan angin, jadi jangan ragu untuk memandikan anak yang sedang campak. Mandikan dengan air hangat sehingga anak merasa lebih nyaman. Makan pun tidak ada pantangan, tapi lebih baik makan makanan yang bergizi sehingga lebih cepat pulih.
~apabila si anak punya adik atau kakak, lebih baik dijauhkan dulu karena campak ini menular kepada anak-anak. Untuk orang dewasa, kemungkinan tertular sangat kecil karena sistem kekebalan tubuh orang dewasa sudah lebih kompleks dibanding anak-anak
~jangan ragu cari informasi sebanyak apapun, tapi tetap tanyakan kepada dokter yang tahu persis mengenai kondisi si anak

So, itu aja sih yang kira-kira mau aku share di sini.
semoga cukup membantu.

Kamis, 01 Februari 2018

Kiona Turning 15 months

Yeay, Kiona uda mulai bisa jalan, tapi masih agak takut-takut dan ga PD, jadi masi sering pegang mama kalo mau jalan.
Gapapa ya nang, pelan-pelan aja jalannya.


Rabu, 27 Desember 2017

Renang lagi

Kalau postingan awal Desember kemarin tentang renang, hari ini aku juga mau posting tentang renang lagi.
Kali ini kami renang sama opung Kio yang punya kartu member di Sport Centernya Hotel Santika.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, kami ga mau terlalu pagi renangnya, jadi kami mulai renang pas siang menjelang sore.
Lokasi di Hotel Santika Harapan Indah.
Tempatnya lumayan bersih, luas, ada kolam untuk anak dan dewasa. 
Ada loker untuk menyimpan barang berharga.
Dan yang paling enak, ternyata di tempat bilasnya bisa sekalian sauna dan berendam air hangat. Tapi sayang, pas kami ke sana, sauna dan air hangatnya lagi dalam proses pembersihan yang memakan waktu sejam, jadi ga sempat nyobain. Kapan-kapan lah ya.
Over all, tempatnya asik sih, bersih juga, yang pasti ga terlalu rame kayak kolam renang umum.









Selain kolam renang, ada juga tempat buat main bulu tangkis. Kalo dari nilai 1-5 bintang, aku kasi Sport Centernya Santika angka 4,5

Oke deh, see you in the next story..

Jumat, 01 Desember 2017

Happy 13 months baby K

Yeay yippe, setelah bulan lalu ada drama opname di Rumah sakit, aku benar-benar berharap Kiona selalu sehat tiap harinya di dalam pertumbuhannya.
Hari ini kebetulan libur Maulid Nabi, kami ceritanya (ceritanya loh ini) mau mulai hidup sehat. Sambil melatih oto-otot kaki Kio yang sudah waktunya mulai belajar berjalan, ada baiknya kami juga menghirup udara dan embun pagi. Kami melangkahkan kaki ke Taman di Pondok Kelapa.
Tempatnya pewe (bahasa anak jaman kapan ini) banget. ada Taman penuh tanaman dengan arena bermain anak yang dilapisi karpet sintesis. Ada peralatan olah raga juga tapi langsung nempel di semennya. :D
Ada jalan bebatuan untuk refleksi kaki, pokoknya tempat ini lengkap untuk sambil berolahraga maupun cuci mata liat tumbuhan hijau, letaknya juga ga jauh dari kolam renang Pondok Kelapa, jadi kalo mau renang sehabis joging juga bisa. ;D

area taman


sambil sarapan pagi




BTW, selamat 13 bulan untuk kesayangan kami, semoga semakin pintar semakin aktif, cepat bisa jalan, biar bisa jalan-jalan lagi. Love u always Baby K..

 

hobi manjat
hobi manjat

Rabu, 29 November 2017

Kiona Lulus S2

Waaaah, selamat ya, masih bayi sudah lulus S2 aja.. hahahahaha..
Kiona lulus S2 apa mak? Kiona lulus S2 jurusan ASI, mak.. :D

1 tahun Kiona minum ASI. Puji Tuhan mama masih bisa memberikan ASI untuk Kiona selama 1 tahun penuh, tanpa tambahan susu formula..

Dulu banget sempat ragu apakah bakal tercapai ASIX 6 bulan, tapi Puji Tuhan sampai setahun ini Kio masih ASI.
Sempat seret ASI di bulan-bulan ke 4 dan ke 5. Nah ini baru aku sadari ternyata ASI saat itu jadi seret karena kekhawatiranku apakah aku bakal bisa memberikan ASI sampai 6 bulan. Setelah lewat 6 bulan malah ASI berlimpah karena merasa ga terbeban lagi, toh sudah tercukupi ASIX 6 bulan. Nah karena tidak terbebani itu, ASI malah terus2an deras sampai 1 tahun.

Jadi benar ya mak, kalau banyaknya ASI itu bener-bener bergantung dari pikiran kita. Sebisa mungkin positif thinking aja, pasti tercukupi kok. Dan jurus yang paling jitu kalau kira-kira udah mulai berkurang, minum air putih yang banyak sama perbanyak makan kacang-kacangan.

BTW, sekarang lepas Kio setahun, aku tambahkan dengan susu formula, karena produksi ASIku juga sudah ga banyak lagi. Pumping di kantor cuma bisa bawa 1 botol 100ml. Itu kan cuma cukup untuk sekali minum aja sedangkan si anak koci yang mulai aktif harus butuh asupan nutrisi dari susu juga. Jadi untuk tambahan, aku kasi susu formula. Tapi tetap selama bersama aku, Kio tetap ASI juga..

mungkin itu aja curhat mamak kali ini. Semoga bisa tetap kasi ASI sampai Kio berumur 2 tahun, jadi Kio bisa lulus S3nya. AMIN..

semangat ibu-ibu pejuang ASI
x

O iya, buat yang mau download template sertifikat ASI bisa langsung download di web AIMI, linknya disini

Sabtu, 25 November 2017

Opname di Hari Ulang tahun

1 November 2017
Selamat Ulang tahun pertama, anak kami, boru kami, kesayangan kami Kiona Eldora. Tanggal yang sangat spesial bagi keluarga kami. Bahkan kami sudah mengajukan cuti kantor khusus untuk tanggal ini karena rencananya kami mau liburan sambil merayakan ulang tahunnya Kiona, namun kelihatannya rencana kami bukanlah rencana Tuhan.
tanggal 1 November tepat Kiona yang seharusnya berbahagia menikmati pertambahan usianya harus cek-up ke dokter karena sempat demam tinggi. Saat itu dokter hanya memberikan obat penurun panas untuk balita yaitu Sanmol Drop, namun dokter menyarankan untuk cek lab apabila sampai 3 hari masih demam. RS Masmitra tetap jadi pilihan kami karena selain dekat dari rumah, Dsa. Ida yang jadi dokter andalan Kio juga praktek hari itu.
sakit tapi masi bisa ketawa
3 November 2017
Setelah 3 hari demamnya masih naik turun (pagi ke siang turun, sore malam sampe pagi demam lagi), akhirnya kami kembali ke Rumah Sakit sesuai saran dokter anak kemarin untuk cek darah di lab. Hasilnya mengejutkan sebenarnya, di semua test, Kio negatif, namun di prathypo, Kiona mendapat angka merah. Namun dokter menyarankan Kio dirumahkan saja, karena masih bisa dilakukan pengobatan rumah, tidak perlu dirawat inap, sehingga kami pun lebih tenang, Kio tetap diberi obat penurun demam. Puji Tuhan sore itu Kio ga naik lagi demamnya.
nunggu cek lab
sama papa
4 November 2017
Karna di tanggal 3 November Kiona sudah turun panasnya, di tanggal 4, kami memberanikan diri untuk merayakan secara kecil-kecilan ulang tahun kesayangan kami. di hari itu, Kiona masih agak rewel, namun panasnya sudah sangat-sangat berkurang dari hari-hari sebelumnya, sehingga saat itu sama sekali tak terbersit di pikiran kami kalau kami akan kembali lagi ke Rumah Sakit. 
properti ulang tahun seadanya
 




rebutan balon sama mbaknya
 



sama opung (masih rewel)


buat dibagi ke tetangga
6 November 2017
Sampai dengan hari Minggu tanggal 5 Kio ga demam lagi, tapi Minggu malam ke pagi demamnya mulai lagi sampai 39 derajat. Pagi itu kami membawa Kiona kembali ke Rumah Sakit untuk di periksa lagi. Kami berganti RS jadi ke RSIA Bunda Aliyah untuk second opinion. Kami membawa hasil test lab sebelumnya sampai dengan obat-obatan yang diberikan di RS Masmitra. Tapi hasil pemeriksaan di RS Bunda Aliyah juga menyarankan Kio tetap dirawat di rumah karena masih sakit ringan. Satu hal yang menjadi pertimbangan dan menita pikiran kami adalah selama sakit ini Kiona sama sekali ga mau makan minum, hanya mau minum ASI, padahal ASI mama juga sudah sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan Kio. Sehingga setelah berembuk sebentar, kami memutuskan Kio dirawat inap saja agar mendapatkan cairan dan nutrisi dari infus. Itu jalan terbaik menurut kami karena dengan begitu Kiona tidak dehidrasi. Bisa dilihat di foto-foto sebelumnya berat badan Kiona sangat turun, pipinya tirus. Kami juga sudah betukar pikiran dengan orang tua kami dan mereka juga dengan berat hati setuju Kiona dirawat saja. Namun ternyata ruangan untuk anak tidak tersedia saat itu karena penuh. Mau tidak mau kami pindah lagi ke RS Masmitra, tapi kami meminta surat rujukan sehingga Kiona tidak perlu test ini itu lagi. Akhirnya fix Kiona dirawat inap alias opname di RS Masmitra di hari itu. Jangan ditanya betapa teririsnya hati mama papa saat Kio mau diinfus, tapi ini semua demi kebaikan Kio.
abaikan muka sakit
nyobain makan pisang walau akhirnya dilepeh
hari pertama makan, cuma habis sedikit
semua dicobain biar ada yang masuk perut
hari Kedua dijenguk opung
:(


hari ketiga udah mulai ceria


hari ketiga udah mau makan sambil nonton youtube 
8 November 2017
3 hari Kiona di Rumah Sakit, akhirnya tanggal 8 November sudah boleh pulang oleh Dsa. Ida di RS Masmitra, setelah di cek pipisnya, makannya dan lain-lain semua sudah normal. Puji Tuhan Kiona sudah mau makan setelah itu dan kini dia sudah gemuk lagi.

Sehat-sehat terus boru mama papa. Tahun depan kita rayain ulang tahunnya yang meriah ya nang sebagai ganti tahun ini sudah diingatkan Tuhan untuk selalu bersyukur atas nikmat kesehatan. :)

ketiduran di baby walker