Tampilkan postingan dengan label vaksin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vaksin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Maret 2021

VAKSIN SINOVAC DOSIS 2 CHECK

Achievement completed..
Makin keren nih mamak
udah komplit vaksin covidnya.
.
Makin tenang kemana-mana karena udah ada pelindung di tubuh mamak.
tapi walaupun begitu tetap prokes pastinya.
.
Btw, vaksin yang kedua ini ga terlalu bikin efek yang gimana-gimana dibandingin vaksin yang pertama.
Kalo yang pertama kemarin bener-bener badan pegel banget, ngantuk banget sampe berhari-hari jadi pengen tidur teru (hobi itu mah). wkwkwkwk.
Tapi yang kedua ini gejalanya lebih ringan sih, malah kayak ga ngerasain apa-apa.

Semoga sehat sehat sehat
kuat kuat kuat ya
.
Yok yang belum vaksin, masa ga mau jadi keren kayak mamak?


Selasa, 09 Maret 2021

VAKSIN SINOVAC DOSIS 1 CHECK

Vaksin Sinovac Dosis 1 done
Yuk yuk, divaksin yuk, biar makin aman..

Vaksin itu bukan sesuatu yang tabu, bukan sesuatu yang haram
karena vaksin itu sangat bermanfaat untuk kamu, aku dan kita semua.
.
.
udah kayak bahasa2 poster aja.
WKWKWKWKWKWK..
.
yang penting vaksin itu keren
kenapa keren?
karena dengan vaksin mamak jadi superhero dong
buat diri mamak sendiri yang pasti, dan buat orang-orang sekeliling mamak..
.



Minggu, 18 Februari 2018

udah vaksin MR tapi kok masi kena campak?

Menyambung cerita saat mama Kio ulang tahun seperti janji kemarin, jadi tanggal 7 Februari sebenernya Kio udah demam, tapi kami sama sekali ga ambil pusing karena Kio sambil numbuh gigi. Kami pikir demam itu adalah efek dari numbuh gigi.

Tanggal 9 pagi demam Kio sudah agak turun sampai dengan tanggal 10 Feb, jadi tanggal 10 kami berani bawa Kio jalan-jalan ke Monas. Tapi memang tanggal 10 pagi saat bangun tidur, di area muka dan telinga Kio timbul bercak merah seperti biang keringat, tapi aku pikir itu cuma biang keringat biasa karena dari tgl 7 kemarin kami memang sama sekali ga pasang AC dan Kio ga mandi, cuma dilap aja. Dan karena kebetulan Kio memang anak yang keringetan, kupikir wajar dia biang keringat. skip..

lanjut cerita di Monas, saat antri panjang menuju puncak tugu Monasnya, aku lihat bercak di muka Kio kok jadi malah melebar sampai ke tangan dan punggung, kaki juga ada sebagian. Kalau biang keringat harusnya kan ga nyebar.

aku langsung searching di google dari tanda-tandanya, dan mendapati bahwa itu adalah gejala campak. Berbagai pertanyaan muncul di benakku, loh, Kio kan sudah vaksin MR waktu umur 10 bulan waktu ada program imunisasi nasional MR, kok masih juga kena campak? apa vaksin MR kemarin salah? apa seharusnya Kio vaksin campaknya di umur 9 bulan, ga ngikutin vaksin program pemerintah? apa harusnya jangan vaksin di Posyandu, karna biasanya kami vaksin di RS ato RV, ini karena program pemerintah nasional, kami terpaksa ke Posyandu. dan lain-lain..

Aku sampai ga percaya loh kalo Kio kena campak, tapi semakin aku baca artikel dan foto-foto campak, ak jadi makin yakin Kio kena campak nih..

Sorenya pulang dari Monas, kami langsung ke RSIA Bunda Aliyah. Kio diperiksa oleh Dsa Chalid. Begitu aku ceritakan kronologisnya, dokter langsung bilang tanpa ragu kalo itu campak. Dokter tanya, apakah Kio sudah vaksin, dan aku jawab sudah. Dokter kembali menjelaskan bahwa karena sudah vaksin maka campaknya tidak terlalu merah, hanya merah muda seperti yang ada pada tubuh Kio.

Dalam 5 hari ke depan juga pasti Kio akan sembuh, walaupun tidak diberikan obat apa-apa. Makanya Kio hanya diberikan imboost dan vitamin saja dengan tambahan obat gatal apabila memang gatal-gatal.. Kalau seandainya Kio belum vaksin, pasti Kio akan gatal-gatal dan akan sangat banyak dan merah bercaknya.

Usut punya usut, ternyata tetangga anaknya ada yang kena campak, maka sudah jelas asal penyakit Kio ini darimana.

Sepulang dari RS, Kio langsung kuberikan resep yang diberikan dokter. Dalam 2 hari saja Kiona sudah sembuh dan sama sekali tak ada bekas dari bercak-bercak tersebut.

Nah, jadi memang walaupun anak kita sudah vaksin, itu tidak menjamin anak kita tidak akan terkena penyakit tersebut. Kembali lagi ke daya tahan tubuh si anak, kalau anak lagi dalam kondisi tubuh lemah dan terkena virus dari luar ya tetap saja akan tetinfeksi. Hanyaaa.. (ada hanyanya) efek ato dampak dari penyakitnya tidak akan separah anak yang belum menerima vaksin. Begitu pula dengan penyembuhannya, anak yang sudah vaksin akan lebih cepat prosesnya dibanding yang tidak vaksin.
So terjawab sudah pertanyaanku sebelumnya.

Dan mau share tentang gejala campak yang baru kami alami:
~gejala awal anak demam. Tidak terlalu tinggi, paling tinggi 39 derajat. Ini berlangsung sekitar 2-3 harian. Demam berlangsung terus menerus tidak naik turun secara ekstrem.
~setelah 2-3 hari demamnya turun, bahkan jadi normal, sehingga kita ga akan menyangka bahwa setelah itu muncul bercak merah.
~bercak merah mulai muncul dari kepala khususnya area jidat dan sekitar telinga terlebih dahulu, beberapa jam kemudian menyebar ke bagian punggung, tangan dan kaki. Selama bercak muncul, demam anak sama sekali sudah tidak ada lagi, jadi kesannya gantian antara demam dan bercak.
~gejala ini mungkin berbeda kepada anak yang sama sekali belum vaksin campak
~nah kalau sudah di fase ini lebih baik langsung ke dokter untuk penanganan lebih lanjut karena dari gejala yang sangat jelas sebelumnya, sudah dapat dipastikan si anak terkena campak
~campak itu bukan cacar, jadi tidak anti air dan angin, jadi jangan ragu untuk memandikan anak yang sedang campak. Mandikan dengan air hangat sehingga anak merasa lebih nyaman. Makan pun tidak ada pantangan, tapi lebih baik makan makanan yang bergizi sehingga lebih cepat pulih.
~apabila si anak punya adik atau kakak, lebih baik dijauhkan dulu karena campak ini menular kepada anak-anak. Untuk orang dewasa, kemungkinan tertular sangat kecil karena sistem kekebalan tubuh orang dewasa sudah lebih kompleks dibanding anak-anak
~jangan ragu cari informasi sebanyak apapun, tapi tetap tanyakan kepada dokter yang tahu persis mengenai kondisi si anak

So, itu aja sih yang kira-kira mau aku share di sini.
semoga cukup membantu.

Minggu, 28 Mei 2017

Rumah Vaksin Pondok Gede

Jadi sebenernya udah sering banget dengar tentang rumah vaksin ini udah dari lama.
Dan di awal tahun kemarin juga udah sempat tanya-tanya alamat dan harga dari WA nya.
Sampe pernah survey tempat juga ke sana sekalian jalan-jalan sore.
Tapi baru kemarin akhirnya jadi juga ke rumah vaksin Pondok Gede.
Kenapa baru sekarang ya?
Pertama, Kiona udah punya kartu asuransi dari Kantornya papa, jadi sayang dong kalo ga dipake, sedangkan di Rumah Vaksin ga bisa pake kartu asuransi. Nah makanya dari kemarin tiap vaksin pasti larinya ke RS yang memang mendukung kartu asuransi papanya. Jadi dari awal selalu di RS Masmitra kalo mau vaksin.
Nah, berhubung sejak seminggu lalu di RS Masmitra stok untuk vaksin DTP combo yang ga bikin demam itu KOSONG, alhasil udah mulai tanya-tanya ke RV Pondok Gede dari WA. Dan Puji Tuhan ada vaksinnya.

FYI, RV Poondok Gede ini beralamat di
Komp. Bumi Makmur
Jalan Camar No 10, Pondok Gede, BEKASI
HP/WA: 081212340434
BB: 2A3C46FF
FB: rumah Vaksinasi Pondokgede

Ancang-ancangnya:
Kalo dari jalan Jatimakmur, masuk dari perumahan DDN yang diseberang TIP TOP Pondok Gede, masuk terus sampai Komplek Bumi Makmur. RVnya di samping masjid Al-Muhajirin

sumber RV Pondok Gede
Memang bangunannya lebih terkesan seperti rumah dibandingkan dengan Rumah Sakit ato Puskesmas. Tapi ada Plang Rumah Vaksin ditambah sekarang udah jamannya GPS, jadi pasti udah ga bakal tersesat lagi kalo kemari.

FYI lagi, kalau mau daftar disini harus minimal H-1 biar bisa dipastikan ketersediaan vaksinnya.

BTW, jam operasional selama bulan Ramadhan ini:
Senin, Selasa, Jumat  09.30 - 11.00
Sabtu 09.00 - 12.00
Minggu 09.00 - 11.00

Kalau jadwal normalnya:
Senin, Selasa, Jumat  18.30 - 20.00
Sabtu 09.00 - 12.00
Minggu 09.00 - 11.00

Kemarin sepulang gereja, kami langsung ke RV Pondok Gede dan dapet nomor antrian 1, ga lama sesudah kami banyak orang berdatangan. Ternyata di hari Minggu pun tetap rame. Ga cuma Sabtu aja.

sumber RV Pondok Gede
Begitu masuk ke dalam, tempatnya lumayan cozy, ada playground untuk anak, jadi ga bosan menunggu. Pelayanannya juga lumayan cepat karena saat itu memang masih sepi. Tapi kurang tau juga apakah ada nursery roomnya, karena ada plang ruang laktasi, tapi dicopot. Ga tau memang ruang laktasinya pindah ato memang udah ga ada lagi.

Sumber: Rustam Tajuddin
Begitu masuk ke ruang dokternya, ruangannya rapi dan banyak boneka. Dokternya (lupa tanya nama) juga sangat informatif. Beliau menjelaskan tentang vaksin yang akan kami gunakan, apa kegunaannya dan penanganan apabila terjadi demam. Kesan pertama Good lah.
Tapi entah kenapa Kio begitu ngeliat Dokternya langsung nangis kejer.
Sumber: Rustam Tajuddin
Sumber: Rustam Tajuddin


Dan untuk harga menurut kami harga vaksin di RV ini selisihnya lumayan besar dibanding dengan RS. Kenapa? Karena kita hanya membayar untuk harga vaksinnya saja ditambah dengan biaya administrasi Rp 10 ribu. Biaya dokter free. Lumayan kan jika dibandingkan di RS yang biaya dokter aja bisa sampe 150 ribuan belum lagi kena biaya alat-alat misalnya suntiknya dan kapas, alkohol, dll.

Dan RV ini banyak cabang juga.
cabang Rumah Vaksin
Hahaha. Mamak jadi kayak promosi ya? gapapalah sekalian berbagi informasi kan.
So, mungkin ke depan kalau limit kartu asuransi Kio udah abis, bakal kesini lagi deh. Lumayan kan dompet mamak bapak beda-beda 100 - 200 ribu.

Oke deh segitu dulu. Nanti kita lanjut lagi.

Sabtu, 25 Maret 2017

DPT ke-2 + Rotavirus

Hari ini Kiona makin pintar.
Kenapa begitu?
Karena vaksin DPT sudah masuk ke dalam tubuh Kio
jadi tubuh Kio makin kebal dan sehat, dan Kio jadi semakin pintar..
Hehehehehehe..

Pagi ini kembali mendatangi RS Masmitra dimana Kio lahir. RS yang terdekat dari rumah dan bisa cover asuransi (tetep). Aku berdua dengan Kiona karena papanya kerja, kerja dan kerja.

Begitu sampai RS, langsung daftar ke Dr. Ida dengan nomor antrian 2 (padahal itu sudah jam 08.00). Mungkin karena orang-orang mengira dr. Ida akan kembali terlambat datang seperti minggu-minggu lalu. Tapi ternyata hari ini dr. Ida tidak terlambat. Hahahaha.

Kiona yang pertama kali dipanggil, kemungkinan nomor antrian 1 orangnya lagi ga ada, jadi langsung ke Kiona.
Begitu bertemu dr. Ida dan konsultasi ini itu tentang tumbuh kembang Kiona, akhirnya Kiona diberikan 2 vaksin yaitu DPT ke-2 dan Rotavirus.
Saat DPT pertama Kio mendapat vaksin infranrix-hexa, namun hari ini Kio diberikan vaksin pediacel. Kenapa? karena infranrix-hexa nya sedang kosong.
Sebelumnya dr. Ida menawarkan 2 vaksin kepadaku yaitu Pediacel dan Hexaxim. Apa bedanya? Sama-sama vaksin DPT yang menyebabkan bayi tidak demam, namun yang berbeda adalah kandungannya. Hexaxim ada tambahan vaksin hepatitis-B.
Kenapa aku lebih memilih Pediacel dibanding hexaxim? padahal kan hexaxim lebih lengkap?
Alasan pertama karena dari segi harga. Pediacel lebih murah dibanding Hexaxim. FYI, Pediacel di RS ini harganya 800 ribuan rupiah, dan Hexaxim bisa sampai 1 jutaan rupiah. 
Alasan kedua, Kio sudah mendapat 2 kali vaksin hepatitis-B. Untuk yang ke-3 nanti saja di usia 6 bulannya Kio, siapa tahu infranrix hexanya sudah ready. Walaupun memang Hepatitis-B ini adalah vaksin mati yang tidak akan berbahaya apabila diberikan lebih, namun aku hanya ingin semua sesuai dengan jadwal imunisasi Kiona.

Untuk Rotavirus, Kio diberikan vaksin Rotarix. Walaupun kata orang banyak ga terlalu ngaruh, tapi ya coba aja sekali ya kak Kio. soalnya yang kemarin Kiona diare benar-benar menjadi pembelajaran. Hehehehe. Walaupun bakteri diare meamng bisa menyerang kapan dan dimana saja.

Kiona ditidurkan di tempat tidur di ruangan dr. Ida dengan masih mengunyah tetheer di mulutnya. Begitu suntikan mendarat, Kiona anteng dengan tethernya, padahal mamanya udah siap-siap pegang tangan Kio siapa tau bergerak. Hahahaha. sampai seluruh cairan di suntika habis, Kiona anteng kayak ga terjadi apa-apa.
Anak pinter. Hahahaha.

Setelah vaksin, Kiona aku jadwalkan untuk tindik anting, jadi kami berdua diarahkan ke bidan di lantai 2 tempat bayi. Kata dr. Ida ga apa-apa kok setelah vaksin langsung tindik. Setelah sampai di sana, aku tidak diperbolehkan masuk, Aku menyerahkan anting Kiona yang aku bawa dari rumah dan Kiona dibawa ke dalam ruangan.
Yang kudengar tidak lama setelah itu, Kiona menjerit sejadi-jadinya.
Tindik di RS Masmitra dikenakan biaya 40 ribu rupiah (anting dari kita) dan sistem tindiknya bukan yang tembak, tapi masih ditusuk dengan jarum.

Tega ga tega sebenernya dari kemarin-kemarin sempat ga jadi-jadi tindik Kio yang pada akhirnya mama Kio membulatkan tekad untuk tindik (halah).

Selesai ditindik, Kio masih nangis sejadi-jadinya. Ya iya lah, ditusuk jarum sampe nembus gimana ga sakit. Maaf ya sayang, tapi nanti kalo kamu udah besar dan mau tindik, udah keburu tebel kulit telinganya, walaupun bisa tindik tembak tetap aja kan sakit. Hehehehe. Jadi ya ditega-tegain aja.
berlumur darah
Aku langsung kasi Kiona minum karena memang sudah lebih setengah jam dari waktu vaksinnya.
Dan setelah itu kami langsung pulang ke rumah agar Kio bisa istirahat di tempat tidur.

Bekas suntikan di paha Kanan atas


Selesai sudah vaksin Kiona. kita tunggu vaksin DPT ke-3 saat Kiona 6 bulan ya..
Sehat terus sayang Mama Papa.

Minggu, 22 Januari 2017

DPT bikin demam? oh NO!!!

Salah satu vaksin yang paling ditakuti sama para orang tua adalah vaksin DPT atau DTP.
Why?
Karena vaksin ini berefeksamping demam ke bayi yang divaksin dan akan menyebabkan bayi rewel sepanjang hari.
Tapi mom ga perlu khawatir karena vaksin DTP ini juga sudah tersedia untuk yang katanya bikin ga demam. Vaksin DTP yang biasanya beredar selalu dikombinasikan dengan vaksin lain seperti hepatitis B, polio dan HIB sehingga dengan 1 vaksin, bayi sudah mendapatkan beberapa vaksin sekaligus.
Setahuku, ada 3 jenis vaksin yang dimix dengan vaksin DTP ini yaitu:
1. Pentabio (terdiri dari DPwT, Hepatitis B dan HiB)
2. Infrarix/Pediacel (terdiri dari DPaT, Hepatitis B, Polio dan HiB)
3. Hexaxim  (terdiri dari DTaP, Hepatitis B, Polio dan HiB)

Loh kok Hexaxim, Infrarix dan Pediacel sama kandungan vaksinnya? Yup sama, hanya perusahaan pembuat vaksinnya saja yang berbeda.
Harga??
Jelas sangat jauh sekali sodara-sodara.
Di RS Masmitra tempat Kio vaksin, Pentabio yang katanya bikin demam itu (karena kandungan DPwT) harganya Rp 150 ribu, untuk Infrarix dan Pediacel Rp 650 ribu, sedangkan hexaxim melonjak harganya langsung ke Rp 950 ribu (mengandung DPaT yang anti demam)

Nah apa beda DPwT dan DPaT?
Pentabio merupakan vaksin yang menggunakan DPwT. Huruf “w” pada kata “DPwT” menandakan bahwa vaksin ini menggunakan whole cell atau sel utuh dari komponen pertusisnya. Artinya seluruh bagian tubuh kuman pertusis dimasukkan yang nantinya akan meningkatkan resiko kejadian demam. Sedangkan Infanrix-Hib-IPV dan Pediacel menggunakan DPaT yang mana huruf “a” menandakan bahwa vaksin ini menggunakan acellular pertussis, maksudnya hanya bagian-bagian tertentu saja dari kuman pertusis yang diambil.   Apa yang membedakan Pediacel dan Infanrix-Hib-IPV? Pediacel menggunakan 5 komponen pertusis sehingga sering disebut DTaP5 sedangkan Infanrix-Hib-IPV menggunakan 3 komponen pertusis sehingga sering disebut DTaP3. Mana yang lebih sering menyebabkan demam? Belum ada penelitian khusus yang membandingkan kedua vaksin tersebut. Belum tentu ketika lebih banyak komponennya maka akan menyebabkan resiko demam lebih tinggi karena seperti kita ketahui bahwa teknologi terbaru vaksin memungkinkan penggunaan antigen yang lebih kecil dengan ajuvan sehingga efek sampingnya bisa dikurangi.
Diambil dari artikel terkait disini

Kiona yang saat ini hampir berumur 3 bulan, sudah jadwalnya untuk vaksin DPT. Kami sebagai orang tua mau supaya Kio tidak demam, sehingga tidak rewel, jadi kami sudah menyiapkan dana untuk vaksin hexaxim untuk Kio.
Namun ketika di RS, mamanya berubah pikiran karena Dokter Ida di RS Masmitra menerangkan bahwa memang kandungan hexaxim dan infrarix itu memang sama. Perihal demam atau tidak demam itu tergantung lagi ke daya tahan tubuh si bayi. Mau dikasi vaksin hexaxim yang paling mahal sekalipun, kalau si bayi memang sedang lemah, pasti akan demam juga walau tidak parah, sedangkan jika daya tahan si bayi memang sedang baik, diberikan vaksin pentabio pun pasti tidak demam.
Ya kembali ke keyakinan orangtua dan budget juga sih.
Akhirnya Kiona kami berikan vaksin Infrarix saja. dan Puji Tuhan samapi saat ini dia tidak demam. Sedikit rewel mungkin karena badannya agak pegal pasca vaksin.
Tapi sekarang princessnya mama cuma nangis sebentar saat di vaksin.
Kiona kan anak pinter. Hehehehehe..
Sehat terus nak..
Nanti kita datang 2 bulan lagi untuk vaksin Infrarix kedua ya nak..
KISS
abis vaksin

Jumat, 09 Desember 2016

Jadwal vaksinasi

FYI,
Jadwal vaksinasi
Sampai dengan hari ini, our baby K udah menjalani 3 vaksinasi yaitu BCG, hepatitis B yang ke-1, polio yang ke-1.

Bulan depan akan dijadwalkan untuk vaksinasi paket lengkap yang HEXAXIM kalo ga salah yang isinya hepatitis B ke-2, polio ke-2, HiB dan DPT. Katanya sih hexaxim ni yang ga demam, kalo Pentabio baru yang demam.. Maunya sih yang ga demam aja yang buat kak Kio soalnya Kio vaksin biasa aja nangisnya juara 1, gimana kalo nanti vaksin yang demam, emaknya kewalahan kali ya.. Hahaha..

Kata orang sih walaupun pentabio, kalo si bayiknya sehat dan kuat minum katanya ga bakalan demam kok. Soalnya harganya bedanya 2x lipat.. Cm kita liat aja nanti ya kak mau pake yang mana..

Sehat terus boru mama dan papa..
Love you sayang..
Kiona 5 weeks 4.3 kg, 53 cm